KEKUATAN PEMBUKTIAN SHORT MESSAGE SERVICE SEBAGAI ALAT BUKTI ELEKTRONIK DINILAI SEBAGAI BARANG BUKTI DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PERJUDIAN TOTO GELAP (Studi Putusan PN Gunungsitoli Nomor 104/Pid.B/2013/PN.GS)

Karina, Ratna Eta (2014) KEKUATAN PEMBUKTIAN SHORT MESSAGE SERVICE SEBAGAI ALAT BUKTI ELEKTRONIK DINILAI SEBAGAI BARANG BUKTI DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PERJUDIAN TOTO GELAP (Studi Putusan PN Gunungsitoli Nomor 104/Pid.B/2013/PN.GS). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (988Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan dari penulisan hukum ini adalah untuk mendiskripsikan keabsahan alat bukti berupa pesan singkat atauShort Message Service (SMS)yang dapat dipergunakan dalam sidang pemeriksaan tindak pidana biasa. Penulisan hukum ini mengambil kasus mengenai tindak pidana perjudian toto gelap (togel) dengan terdakwa Frans Simanjuntak Alias Frans yang telah diputus dalam Putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli Nomor 104/Pid.B/PN.GS.Dalam putusan tersebut hakim menyita perangkat handphone yang di dalamnya terdapat SMS sebagai barang bukti. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dan terapan dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach). Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan yaitu studi kepustakaan baik dari buku, literatur, peraturan perundang-undangan, jurnal, internet, serta sumber lain yang berkaitan. Analisis bahan hukum menggunakan teknik analisis silogisme deduktif. Berdasarkan hasil penulisan dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) hanya dikenal 5 (lima) alat bukti, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Penggunaan alat bukti SMS tidak diatur di dalam KUHAP, mengingat pada saat dibuatnya KUHAP belum dikenal teknologi handphone. Namun seiring perkembangan teknologi modus kejahatan pun semakin berkembang. Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dibuat untuk menjadi dasar bagi hakim pemeriksa perkara menjadikan bukti-bukti elektronik, termasuk SMS sebagai bukti baru yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menjatuhkan suatu putusan baik dalam tindak pidana khusus maupun tindak pidana biasa. Kata Kunci: hukum pembuktian, alat bukti, pesan singkat

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Ihwan Ali
    Date Deposited: 15 Sep 2015 21:21
    Last Modified: 15 Sep 2015 21:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19071

    Actions (login required)

    View Item