Kajian Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulangan Bambu Wulung Takikan Tipe V dengan Jarak Takikan 4 cm dan 5 cm

Sutrasno, Muhammad Irsyad Aji (2015) Kajian Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulangan Bambu Wulung Takikan Tipe V dengan Jarak Takikan 4 cm dan 5 cm. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (367Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Muhammad Irsyad Aji Sutrasno, 2014. Kajian Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulangan Bambu Wulung Takikan Tipe V dengan Jarak Takikan 4 cm dan 5 cm. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Beton bertulang baja merupakan bahan konstruksi yang sering digunakan pada struktur bangunan, dimana kuat tekan pada beton dan kuat tarik pada baja merupakan kombinasi yang saling melengkapi. Namun demikian, baja merupakan produk hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Untuk mengatasi kendala tersebut, sebagai alternatif pengganti tulangan baja, maka dimamfaatkanlah bambu, dimana bambu merupakan produk alam yang renewable, diperoleh dengan mudah, murah, dan memiliki kuat tarik yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas lentur balok bertulangan bambu wulung, dengan membuat balok benda uji sebanyak 12 buah dengan ukuran 11 cm x 15 cm x 170 cm. Tiga balok benda uji pertama ditanam tulangan bambu wulung takikan tipe V dengan jarak takikan 4 cm dan 5 cm untuk 3 balok selanjutnya, selanjutnya tiga balok benda uji ditanam tulangan baja baja Ø 8 mm dan tiga balok benda uji tanpa tulangan. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari dengan memberikan dua titik beban terpusat pada jarak 1/3 bentang balok dari tumpuan. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian dapat diambil kesimpulan, kapasitas lentur hasil pengujian pada benda uji balok bertulangan bambu wulung takikan tipe V dengan jarak takikan 4 cm, 5 cm, dan baja Ø 8 mm secara berturut-turut didapat rerata senilai 0,374 tonm, 0,341 tonm dan 0,516 tonm. Kapasitas lentur berdasarkan analisis pada benda uji balok bertulangan bambu wulung takikan tipe V pada kuat tarik internodia, nodia dan baja Ø 8 mm secara berturut-turut didapat senilai 0,454 tonm, 0,378 tonm dan 0,505 tonm. Rasio kapasitas lentur hasil pengujian balok bertulangan baja Ø 8 mm dengan balok bertulangan bambu wulung takikan 4 cm senilai 1,379, sedangkan dengan balok bertulangan bambu wulung takikan 5 cm senilai 1,514. Rasio kapasitas lentur hasil pengujian dengan hasil analisis untuk balok bertulangan bambu wulung takikan tipe V jarak takikan 4 cm dan 5 cm senilai 0,824 dan 0,750 pada kuat tarik internodia, dan pada kuat tarik nodia untuk balok bertulangan bambu wulung takikan tipe V jarak takikan 4 cm dan 5 cm senilai 0,990 dan 0,902, sedangkan pada balok bertulangan baja Ø 8 mm senilai 1,023. Karena hasil analisis lebih besar, maka kuat tarik leleh bambu wulung direduksi sebesar 10,6 % untuk menyeimbangkan dengan hasil pengujian. Kata kunci: Tulangan, Bambu Takikan, Kapasitas Lentur.

    Item Type: Other
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 15 Sep 2015 09:12
    Last Modified: 15 Sep 2015 09:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19006

    Actions (login required)

    View Item