PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KUAT LENTUR BALOK HOLLOW FEROSEMEN SEBAGAI PENDUKUNG BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON BERBASIS RISET

PRASETYO, MUHARROM NUR DWI (2015) PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KUAT LENTUR BALOK HOLLOW FEROSEMEN SEBAGAI PENDUKUNG BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON BERBASIS RISET. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (200Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Muharram Prasetyo. PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KUAT LENTUR BALOK HOLLOW FEROSEMEN SEBAGAI PENDUKUNG BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON BERBASIS RISET. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat sabut kelapa terhadap kuat lentur dan berat jenis ferosemen agar bahan bangunan tersebut dapat digunakan sebagai alternatif kayu pada konstruksi rangka atap. Ferosemen adalah suatu bahan bangunan yang hampir sama dengan beton bertulang namun lebih tipis dan terbuat dari semen, pasir, dan air yang diberi kawat jala sebagai tulangan pembentuk. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan campuran bahan 1Pc : 2Ps : 0,5Air. Penambahan serat sabut kelapa yang digunakan sebesar 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari total berat mortar. Benda uji yang dibuat berbentuk balok hollow ukuran 12 x 8 x 60 cm dengan ketebalan 2,5 cm. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kuat lentur menggunakan satu titik beban terpusat dan pengujian berat jenis ferosemen. Hasil penelitian yang diperoleh adalah penggunaan sabut kelapa sebagai bahan tambah serat dalam campuran ferosemen menyebabkan nilai kuat lentur dan berat jenis menurun. Kuat lentur terkecil yang dihasilkan sebesar 2,591 N/mm2 masih lebih besar dari nilai kuat lentur kayu kelas I sebesar 1,221 N/mm2 sehingga ferosemen yang dihasilkan memenuhi kuat lentur kayu kelas I. Sedangkan berat jenis ferosemen terkecil yang dihasilkan (1893,3 kg/m3) lebih berat dari berat jenis kayu kelas II (900 kg/m3) sehingga ferosemen tersebut tidak memenuhi berat jenis kayu kelas II. Simpulan dari penelitian ini adalah ferosemen yang dihasilkan dapat menggantikan kayu bangunan struktural dari segi kuat lenturnya namun mempunyai berat jenis yang lebih tinggi dari pada kayu. Kata Kunci: ferosemen, serat sabut kelapa, kuat lentur, berat jenis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
    T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Bangunan
    Depositing User: Afifah Shobrina
    Date Deposited: 14 Sep 2015 17:22
    Last Modified: 14 Sep 2015 17:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18978

    Actions (login required)

    View Item