PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG YANG DI TAMBAL DENGAN UPR MORTAR

Widaningtyas, Diena (2015) PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG YANG DI TAMBAL DENGAN UPR MORTAR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (2236Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK “ PENGARUH RASIO TULANGAN PADA PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG YANG DI TAMBAL DENGAN UPR MORTAR ”. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. B alok b eton bertulang berfungsi menahan gaya lentur akibat beban yang bekerja di atas lantai dan mendistribusikan beban tersebut ke kolom - kolom penopangnya. Apabila beban yang ditopang melampaui kekuatan balok beton bertulang maka akan terjadi kerusakan. Kerusakan yang sering terjadi adalah terlepasnya bagian beto n atau rontok yang disebabkan oleh korosi tulangan. J ika dibiarkan dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan keruntuhan gedung secara keseluruhan. Metode yang digunakan untuk memperbaiki adalah menambal bagian kerusakan dengan UPR Mortar . Pada penelitian ini digunakan UPR mortar sebagai material perbaikan untuk mengetahui pengaruh rasio tulangan pada perilaku balok beton bertulang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan benda uji berupa balok beton ber t ulang berukuran 150 mm x 25 0 mm x 20 00 mm diuji pada umur 90 hari . Total b enda uji sebanyak 6 buah dimana 2 buah berupa balok beton normal dengan rasio tulangan 0 . 0131 (BN16) dan rasio tulangan 0. 0187 (BN19) , 2 buah balok beton yang yang dicoak bagian lentur 70 mm x 250mm x 400mm menggunakan rasio tulangan 0. 0131 (BC16) dan rasio tulangan 0. 0187 (BC19) , dan 2 balok beton bertulang yang bagian tercoaknya ditambal dengan UPR mortar dengan rasio tulangan 0. 0131 (BR16) dan rasio tulangan 0. 0187 (BR19). Berdasarkan ha sil pengujian menunjukkan perubahan beban pada balok BR19 meningkat sebesar 5. 31 %, untuk balok BR16 meningkat 1. 73% . Perubahan beban untuk balok yang d icoak pada balok BC19 menurun 4.17% dan balok BC16 menurun 10. 45%. Pen ingkatan faktor daktilitas pada balok BR19 meningkat sebesar 0. 97 % sedangkan balok BC19 menurun sampai 6.85 % , pada balok BR16 meningkat 0 . 50 % sedangkan balok BC16 menurun sampai 30 . 09 % . Nilai indeks kekakuan pada balok BR19 sebelum retak turun 1. 49 % dan setelah retak turun 2. 58 %. Nilai indeks kekakuan pada balok BC19 sebelum retak turun 2. 87 % dan setelah retak turun 0. 79 %. Nilai indeks kekakuan pada balok BR16 sebelum retak turun 0. 86 % dan setelah retak turun 2. 58 %. Nilai indeks kekakuan pada balok B C 19 sebelum retak turun 2. 87 % dan sete lah retak turun 0 . 79 %. Semua hasil ini dibandingkan dengan balok normal yang sejenis. Pola retak yang terjadi mengalami kecenderungan yang sama,dimulai dari daerah lentur kemudian menyebar kesekitarnya sampai runtuh. Kata kunci : Pe nambalan balok beton bertulang , Metode Penambalan, UPR mortar , Rasio Tulangan,

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Azinudin Achzab
    Date Deposited: 13 Sep 2015 16:23
    Last Modified: 13 Sep 2015 20:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18840

    Actions (login required)

    View Item