PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK ANAK-ANAK USIA 6 – 12 TAHUN DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN ETNIK DI PAPUA (Studi Perkembangan Anak Suku Asli Papua dan Non Papua di Kota Jayapura)

MUHAMMAD, JUNALIA (2014) PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK ANAK-ANAK USIA 6 – 12 TAHUN DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN ETNIK DI PAPUA (Studi Perkembangan Anak Suku Asli Papua dan Non Papua di Kota Jayapura). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (546Kb) | Preview

    Abstract

    Anak besar adalah anak yang berusia antara 6 sampai dengan 10 atau 12 tahun. Perkembangan fisik anak yang terjadi pada masa ini menunjukkan adanya kecenderungan yang berbeda dibanding pada masa sebelumnya dan juga pada masa sesudahnya. Kecenderungan perbedaan yang terjadi adalah dalam hal kepesatan dan pola pertumbuhan yang berkaitan dengan proporsi ukuran bagianbagian tubuh. Pada masa anak besar pertumbuhan fisik anak laki-laki dan anak perempuan sudah mulai menunjukkan kecenderungan semakin jelas tampak adanya perbedaan. Sejalan dengan pertumbuhan fisik dimana anak semakin tinggi dan semakin besar, maka kemampuan fisik pun meningkat. Ada beberapa macam kemampuan fisik pada masa anak besar, yaitu: ketahanan kardiovaskuler, kekuatan otot, ketahanan otot, fleksibilitas sendi, keseimbangan, koordinasi, dan komposisi tubuh merupakan komponen-komponen dari helath-related fitness. Tujuan penelitian ini adalah (1).Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan fisik anak-anak ditinjau dari usia, jenis kelamin dan etnik di Papua. (2). Untuk mengetahui perbandingan tinggi badan anak laki-laki dan perempuan pada usia 6–12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun. (3). Untuk mengetahui perbandingan berat badan anak laki-laki dan perempuan pada usia 6–12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun. (4). Untuk mengetahui perbandingan power otot tungkai anak laki-laki dan perempuan pada usia 6–12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun. (5). Untuk mengetahui perbandingan daya tahan otot lengan dan bahu anak laki-laki dan perempuan pada usia 6–12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun. (6). Untuk mengetahui perbandingan daya tahan otot perut anak laki-laki dan perempuan pada usia 6–12 tahun, anak lakilaki suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun. (7). Untuk mengetahui perbandingan fleksibilitas sendi punggung anak laki-laki dan perempuan pada usia 6–12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun. (8). Untuk mengetahui perbandingan keseimbangan statis anak laki-laki dan perempuan pada usia 6–12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun. (9). Untuk mengetahui perbandingan ketahanan kardiovakuler anak laki-laki dan perempuan pada usia 6–12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua pada usia 6–12 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian perkembangan dengan metode silangsekat (cross-sectional method) dan penelitian kualitatif. Populasi yang digunakan adalah di Kota Jayapura. Sampel yang digunakan adalah 40 orang sesuai dengan tingkatan usia baik laki-laki dan perempuan, tingkatan usia 6 sampai 12 tahun. Keseluruhan sampel dalam penelitian ini adalah 560 orang. Data pertumbuhan fisik diperoleh dari pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan, dan data perkembangan kemampuan fisik yang terdiri dari power otot tungkai, daya tahan otot lengan dan bahu, daya tahan otot perut, fleksibilitas sendi punggung, keseimbangan statis, dan ketahanan kardiovaskuler diperoleh dengan tes vertical power jump, pull up, sit-up, sit and reach, stork stand, dan tes lari-jalan 600 yard, sedangkan data umur diperoleh dari sekolah dan sesuai dengan akta kelahiran. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif, yaitu suatu analisis data kualitatif yang terdiri dari reduksi data, kategorisasi, sintesisasi, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi.. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa : 1) Terdapat perbandingan pertumbuhan tinggi badan anak laki-laki dan perempuan pada usia 6 – 12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua. Anak perempuan mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki. Anak laki-laki non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki asli Papua. Anak perempuan asli Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan non Papua. 2) Terdapat perbandingan pertumbuhan berat badan anak laki-laki dan perempuan pada usia 6 – 12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua. Anak lakilaki mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan. Anak laki-laki asli Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki non Papua. Anak perempuan asli Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan non Papua. 3) Terdapat perbandingan perkembangan power otot tungkai anak laki-laki dan perempuan pada usia 6 – 12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua. Anak perempuan mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki. Anak laki-laki non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki asli Papua. Anak perempuan non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan asli Papua. 4) Terdapat perbandingan perkembangan daya tahan otot lengan dan bahu anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua, anak laki-laki dan perempuan pada usia 6 – 12 tahun. Anak laki-laki non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki asli Papua. Anak perempuan asli Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan non Papua. Anak perempuan mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki. 5) Terdapat perbandingan perkembangan daya tahan otot perut anak laki-laki dan perempuan pada usia 6 – 12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua. Anak laki-laki mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan. Anak laki-laki non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki asli Papua. Anak perempuan non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan asli Papua. 6) Terdapat perbandingan perkembangan fleksibilitas sendi punggung anak laki-laki dan perempuan pada usia 6 – 12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua. Anak lakilaki mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan. Anak laki-laki non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki asli Papua. Anak perempuan non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan asli Papua. 7) Terdapat perbandingan perkembangan keseimbangan statis anak laki-laki dan perempuan pada usia 6 – 12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua. Anak perempuan mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki. Anak laki-laki asli Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki non Papua. Anak perempuan asli Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan non Papua. 8) Terdapat perbandingan perkembangan ketahanan kardiovaskuler anak laki-laki dan perempuan pada usia 6 – 12 tahun, anak laki-laki suku asli Papua dan non Papua, anak perempuan suku asli Papua dan non Papua. Anak laki-laki mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan. Anak laki-laki asli Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki non Papua. Anak perempuan asli Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan non Papua. Implikasi, hasil penelitian menunjukkan terjadinya pertumbuhan dan perkembangan kemampuan fisik pada anak-anak usia 6-12 tahun ditinjau dari usia, jenis kelamin, dan etnik. Deskripsi data hasil penelitian menunjukkan adanya perbandingan pada masing-masing kelompok usia, jenis kelamin dan etnik untuk seluruh variable yang diamati. Perbandingan pertumbuhan dan perkembangan ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: faktor genetis, gizi, lingkungan, dan aktifitas fisik yang dilakukan oleh masing-masing anak. Kata-kata kunci : Pertumbuhan Fisik, Perkembangan Kemampuan Fisik, Usia, Jenis Kelamin, dan Etnik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Keolahragaan
    Depositing User: Nilam Rikamukti
    Date Deposited: 14 Sep 2015 09:53
    Last Modified: 14 Sep 2015 09:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18782

    Actions (login required)

    View Item