PENGARUH TINGKAT KEPENTINGAN ISU TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PADA PESAN BERNADA KERAS (ASERTIF) VS LEMBUT (NON-ASERTIF) (Studi Eksperimen Tentang Perbedaan Tingkat Kepentingan Isu “Anti Plagiasi” terhadap Tingkat Kepatuhan Audiens Pada Pesan Bernada Keras vs Lembut pada Poster “Anti Plagiasi”)

Alba, Firas Annedra (2015) PENGARUH TINGKAT KEPENTINGAN ISU TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PADA PESAN BERNADA KERAS (ASERTIF) VS LEMBUT (NON-ASERTIF) (Studi Eksperimen Tentang Perbedaan Tingkat Kepentingan Isu “Anti Plagiasi” terhadap Tingkat Kepatuhan Audiens Pada Pesan Bernada Keras vs Lembut pada Poster “Anti Plagiasi”). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (386Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini berawal dari pengamatan peneliti pada fenomena pesan dalam slogan-slogan kampanye sosial, yang kebanyakan menggunakan teks (copy) yang bernada tegas atau keras (asertif). “Matikan Rokok Sebelum Rokok Mematikanmu!”, “Say No To Drugs!”, “Awas Bahaya Laten Korupsi!” adalah sebagian contoh dari kampanye yang menggunakan pesan asertif. Fakta ini tidak sejalan dengan penelitian-penelitian terdahulu, menyatakan bahwa ungkapan lembut (non asertif) lebih efektif dalam mendapatkan kepatuhan konsumen. Namun bila merujuk pada penelitian terkini yang dilakukan Ann Kronrod dkk. (2012), tingkat kepentingan pada suatu isu bagi audiens berpengaruh pada efektifitas pesan dalam mendapatkan kepatuhan audiens. Sedangkan Mills (1993) menemukan bahwa dalam budaya bahasa orang Rusia penyampaian pesan cenderung lebih efektif menggunakan keduanya yakni teks (copy) yang sangat keras maupun sangat lembut. Lain halnya pada budaya bahasa Inggris orang Amerika, penyampaian pesan akan lebih efektif menggunakan teks (copy) yang bernada tidak terlalu keras ataupun tidak terlalu lembut. Dari beberapa temuan penelitian di atas dimungkinkan bahwa teks (copy) yang bernada keras memiliki efektifitas yang berbeda-beda dalam mendapatkan kepatuhan seseorang dalam lingkup wilayah yang berbeda. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan melihat ada tidaknya pengaruh tingkat kepentingan isu terhadap tingkat kepatuhan pada pesan bernada keras (asertif) vs bernada lembut (non asertif). Dalam penelitian ini peneliti mengambil isu Anti Plagiasi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian ini termasuk dalam penelitian causal-comparative yang bertujuan untuk menemukan dan memverifikasi hubungan sebab akibat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen 2x2 dimana untuk variabel tingkat kepentingan isu, subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang menganggap isu penting, yaitu mahasiswa yang baru saja memasuki semester 5 (relatif muda) dan mahasiswa yang menganggap isu kurang penting, yaitu mahasiswa semester 7 (menjelang semester akhir). Secara kualitatif peneliti menemukan fakta bahwa mahasiswa yang lebih senior menganggap isu plagiasi kurang penting karena tidak ada penegakan hukum di program studi mereka. Dalam pengalaman akademis mahasiswa sampai dengan semester 7 ini membuktikan bahwa banyak pelaku plagiasi yang justru tidak mendapatkan hukuman dari pihak dosen atau kampus karena mereka meyakini tugas tidak dicek dengan baik atau dosen kurang mampu melacak tugas yang melakukan plagiasi, bahkan beberapa mahasiswa menyebut bahwa mereka menjumpai dosen mereka x sendiri melakukan plagiasi materi ajar. Peneliti telah melakukan uji perbedaan tingkat kepentingan isu Anti Plagiasi pada dua kelompok tersebut dengan hasil yang menunjukan bahwa nilai sig. 0,012 < α = 0,05. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok mahasiswa semester awal dan akhir. Kelompok mahasiswa yang lebih muda (N=34) menganggap isu Anti Plagiasi lebih penting dibandingkan mahasiswa tingkat akhir (N=38). Dari dua kelompok tersebut (yang menganggap isu penting dan tidak penting), masing-masing dibagi lagi menjadi dua kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang terdiri dari subjek yang menerima terpaan pesan poster yang bernada keras (Nisu penting=17; Nisu tidak penting=19) dan kelompok yang lain menerima pesan poster bernada lembut (Nisu penting=17; Nisu tidak penting=19). Selanjutnya peneliti akan melakukan uji perbedaan tingkat kepatuhan pada kelompok tersebut. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 Komunikasi FISIP UNS. Setelah dilakukan analisis menggunakan uji Mann-Whitney, hasilnya menunjukkan (1) Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan antara audiens yang menganggap isu “Anti Plagiasi” penting dengan yang tidak penting setelah diberi terpaan poster “Anti Plagiasi” versi pesan bernada keras (asertif) (sig. 0,277 > α = 0,05). (2) Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan antara audiens yang menganggap isu “Anti Plagiasi” penting dengan yang tidak penting setelah diberi terpaan poster “Anti Plagiasi” versi pesan bernada lembut (non asertif) (sig. 0,909 > α = 0,05). (3) Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan pada audiens yang menganggap isu “Anti Plagiasi” penting setelah diberi terpaan poster “Anti Plagiasi” versi pesan bernada keras (asertif) dengan bernada lembut (non asertif) (sig. 0,154 > α = 0,05). (4) Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan pada audiens yang menganggap isu “Anti Plagiasi” tidak penting setelah diberi terpaan poster “Anti Plagiasi” versi pesan bernada keras (asertif) dengan bernada lembut (non asertif) (sig. 0,754 > α = 0,05). Hasil analisis membuktikan hipotesis yang telah ditentukan di awal ditolak. Peneliti menduga bahwa penggunaan pesan dengan teks yang dikategorikan bernada keras (asertif) dan lembut (non asertif) belum berada pada tingkatan rasa bahasa yang sangat berbeda ketika diterapkan dalam poster sehingga keduanya juga nyaris tidak terlihat berbeda pada kelompok yang menganggap isu penting dan tidak penting. Penelitian ini mengindikasikan bahwa teks (copy) yang dianggap bernada keras (asertif) pada bahasa asing belum tentu melahirkan rasa bahasa yang sama dalam konteks bahasa Indonesia. Kata kunci : pesan asertif, tingkat kepentingan isu, isu plagiasi, mendapatkan kepatuhan, poster

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Muhammad Naufal Indriatmoko
    Date Deposited: 12 Sep 2015 14:07
    Last Modified: 12 Sep 2015 14:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18760

    Actions (login required)

    View Item