AGEN DALAM KALIMAT PASIF BAHASA INDONESIA

MARTA, IRMA FITRI PUTU (2014) AGEN DALAM KALIMAT PASIF BAHASA INDONESIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (524Kb) | Preview

    Abstract

    Ada tiga permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: (i) bagaimana pengelompokan bentuk-bentuk agen dalam bahasa Indonesia?; (ii) bagaimana pergeseran argumen pada aktif pasif bahasa Indonesia?; dan (iii) bagaimana pengekspresian agen dalam kalimat pasif bahasa Indonesia?. Tujuan penelitian ini adalah: (i) mendeskripsikan pengelompokan bentukbentuk agen dalam bahasa Indonesia; (ii) mendeskripsikan pergeseran argumen pada aktif pasif bahasa Indonesia; dan (iii) mendeskripsikan pengekspresian agen dalam kalimat pasif bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan objek penelitian berupa agen dalam kalimat pasif bahasa Indonesia, sedangkan data dalam penelitian ini adalah kalimat pasif bahasa Indonesia yang menghadirkan agen, baik berpreposisi maupun tidak berpreposisi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kolom berita di halaman pertama dalam surat kabar Kompas bulan Oktober-Desember 2013 dan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik catat, sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode distribusional dilanjutkan dengan teknik urai atau pilah unsur langsung. Berdasarkan analisis terhadap data maka diperoleh tiga simpulan, yakni: (i) agen dalam bahasa Indonesia adalah pronomina pertama dan kedua, pronomina ketiga, personal names kin terms (nama diri istilah kekerabatan), human (manusia), animate (bernyawa), serta inanimate (tidak bernyawa) yang memiliki potensi dan metaforis (diperlakukan seperti manusia); (ii) pergeseran argumen pada pemasifan kalimat pasif verba berprefiks di-, verba berprefiks ter-, dan verba berkonfiks ke-an memenuhi empat butir rumusan Dixon, yakni kalimat aktif transitif berubah menjadi kalimat pasif intransitif, argumen O pada kalimat aktif berubah menjadi S1 dalam kalimat pasif, argumen A pada kalimat aktif berubah menduduki fungsi periferal pada kalimat pasif dengan ditandai adanya preposisi oleh, dan ada pemarkah formal yang eksplisit tentang kalimat pasif. Adapun pergeseran argumen pada pemasifan kalimat pasif verba Ø tidak memenuhi rumusan Dixon; serta (iii) kehadiran preposisi oleh dalam pengekspresian agen pada kalimat pasif verba berprefiks di-, verba berprefiks ter-, dan verba berkonfiks ke-an dibedakan menjadi dua, yakni opsional atau wajib memarkahi. Preposisi hadir secara opsional jika agen terletak tepat setelah predikat atau verba pada kalimat pasif bahasa Indonesia, sedangkan preposisi wajib memarkahi jika agen tidak terletak setelah predikat atau terletak setelah keterangan atau pelengkap. Adapun pengekspresian agen pada kalimat pasif verba Ø tidak dimarkahi dengan preposisi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: Nilam Rikamukti
    Date Deposited: 12 Sep 2015 10:32
    Last Modified: 12 Sep 2015 10:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18743

    Actions (login required)

    View Item