PROSES BERPIKIR REFLEKTIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 POLANHARJO KLATEN DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN

Wahyuni, Fina Tri (2015) PROSES BERPIKIR REFLEKTIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 POLANHARJO KLATEN DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1327Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik proses berpikir reflektif siswa kelas VII SMP Negeri 3 Polanharjo klaten berkemampuan awal matematika tinggi, sedang, dan rendah dalam pemecahan masalah pecahan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus terpancang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 3 Polanharjo yang terdiri dari tujuh subjek penelitian, yaitu 3 orang siswa dengan kemampuan awal matematika tinggi, 2 orang siswa dengan kemampuan awal matematika sedang, dan 2 orang siswa dengan kemampuan awal matematika rendah. Teknik pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Kriteria pemilihan subjek didasarkan pada tingkat kemampuan awal matematika siswa, yaitu tinggi, sedang, dan rendah serta kelancaran berkomunikasi baik lisan maupun tertulis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara berbasais tugas berupa soal pemecahan masalah pecahan. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi waktu. Penelitian menghasilkan karakteristik proses berpikir reflektif siswa dalam pemecahan masalah pecahan. (1) Siswa berkemampuan awal matematika tinggi: (a) pada tahap memahami masalah, mampu menyebutkan informasi pada masalah dan mampu menjelaskan apa yang telah dilakukan; (b) pada tahap merencanakan penyelesaian masalah, mampu mengindentifikasi konsep yang ada dalam masalah dan mampu menjelaskan apa yang telah dilakukan; (c) pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian masalah, mampu menyadari kesalahan dan memperbaikinya, mampu memeriksa kebenaran dari suatu argumen, menggunakan pengetahuan yang berasal dari dalam diri, mampu mengaitkan informasi yang telah diketahui, dan mengkomunikasikan ide dengan simbol bukan dengan gambar atau objek langsung; (d) pada tahap memeriksa kembali, mampu menarik kesimpulan untuk mengembalikan jawaban ke dalam konteks masalah, dan mampu menjelaskan apa yang telah dilakukan. (2) Siswa berkemampuan awal matematika sedang: (a) pada tahap memahami masalah, mampu menyebutkan informasi pada masalah dan mampu menjelaskan apa yang telah dilakukan; (b) pada tahap merencanakan penyelesaian masalah, mampu mengindentifikasi konsep yang ada dalam masalah, menggunakan pengetahuan yang berasal dari dalam diri, mampu mengaitkan informasi yang telah diketahui, dan mampu menjelaskan apa yang telah dilakukan; (c) pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian masalah, siswa tidak mampu berpikir reflektif; (d) pada tahap memeriksa kembali, mampu menarik kesimpulan untuk mengembalikan jawaban ke dalam konteks masalah dan mampu menjelaskan apa yang telah dilakukan. (3) Siswa berkemampuan awal matematika rendah dapat melakukan berpikir reflektif hanya pada tahap memahami masalah, dengan karakteristikya yaitu mampu menyebutkan informasi pada masalah dan mampu menjelaskan apa yang telah dilakukan. Kata Kunci: Karakteristik Proses Berpikir Reflektif, Pemecahan Masalah, Kemampuan Awal Matematika.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Muhammad Naufal Indriatmoko
    Date Deposited: 12 Sep 2015 08:43
    Last Modified: 12 Sep 2015 08:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18734

    Actions (login required)

    View Item