Hubungan Antara Keteraturan Makan, Dispepsia, dan Konsentrasi Belajar Pada Siswa Farmasi

ADE, MARGIYANTI (2015) Hubungan Antara Keteraturan Makan, Dispepsia, dan Konsentrasi Belajar Pada Siswa Farmasi. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (119Kb) | Preview

    Abstract

    Margiyanti Ade, S541302064, 2014. Hubungan Antara Keteraturan Makan, Dispepsia, dan Konsentrasi Belajar Pada Siswa Farmasi. Tesis: Pembimbing I: Prof. Bhisma Murti,dr.,MPH.,M.Sc.,PhD., Pembimbing II: Dr. Sariyatun,M.Pd.,M.Hum. Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang : Dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa penuh atau cepat kenyang, dan sendawa. Keluhan ini sangat bervariasi, baik dalam jenis gejala maupun intensitas gejala tersebut dari waktu ke waktu. Aktivitas yang tinggi baik kegiatan sekolah maupun di luar sekolah menyebabkan makan tidak teratur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara keteraturan makan, dyspepsia, dan konsentrasi belajar siswa. Subyek dan Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Penelitian ini dilakukan pada siswa farmasi SMK Bhakti Kencana Bogor. Sampel penelitian 100 siswa. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner keteraturan makan, dispepsia, jenis makanan, konsentrasi belajar, dan lingkungan belajar. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis regresi linier ganda. Hasil : Terdapat hubungan yang positif siswa yang teratur makan memiliki resiko untuk mengalami dispepsia 0.31 kali lebih rendah dari pada siswa yang tidak teratur makan walaupun secara statistik tidak signifikan (OR=0.31; CI 95% 0.07 hingga 1.50; p=0.147). Siswa yang biasa makan pedas/asam memiliki resiko untuk mengalami dispepsia 1.3 kali lebih besar dari pada siswa yang tidak makan pedas/asam walaupun secara statistik tidak signifikan (OR=1.30; CI 95% 0.48 hingga 3.53; p=0.602). Siswa yang mengalami dispepsia bisa berkonsentrasi belajar dengan baik 0.37 kali lebih rendah dari pada siswa yang tidak dispepsia dan secara statistik signifikan (OR=0.37; CI 95% 0.14 hingga 0.96; p=0.042). Siswa dengan lingkungan belajar nyaman bisa berkonsentrasi belajar lebih baik 1.5 kali lebih besar dari pada siswa yang belajar di lingkungan tidak nyaman, walaupun secara statistik tidak signifikan (OR=1.51; CI 95% 0.46 hingga 4.92; p=0.492). Siswa yang teratur makan bisa berkonsentrasi belajar dengan baik 0.63 kali lebih besar dari pada siswa yang tidak teratur makan walaupun secara statistik tidak signifikan (OR=0.63; CI 95% 0.23 hingga 1.73; p=0.368). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara keteraturan makan, dispepsia, dan konsentrasi belajar pada siswa. Kata kunci : Keteraturan Makan, Dispepsia, Konsentrasi Belajar.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 11 Sep 2015 17:06
    Last Modified: 11 Sep 2015 17:06
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18688

    Actions (login required)

    View Item