Perbandingan Kadar Heat Shock Protein 90 Ketuban Pecah Dini dan Normal pada Kehamilan Aterm

-, Margaretha (2015) Perbandingan Kadar Heat Shock Protein 90 Ketuban Pecah Dini dan Normal pada Kehamilan Aterm. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (591Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Margaretha. NIM: S.500109030 2014. Perbandingan Kadar Heat Shock Protein 90 Ketuban Pecah Dini dan Normal pada Kehamilan Aterm. TESIS. Pembimbing I: Dr. Soetrisno, dr., SpOG(K), II: Dr. Supriyadi Hari Respati, dr., SpOG. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Minat Utama Ilmu Biomedik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang: Ketuban pecah dini (KPD) merupakan masalah penting dalam obstetri berkaitan dengan stres maternal dan infeksi korioamnitis, sehingga meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal maupun maternal. Tujuan penelitian: Membuktikan apakah kadar Heat Shock Protein 90 (Hsp90) lebih tinggi pada ketuban pecah dini dibandingkan normal ibu hamil aterm sehingga dapat menjelaskan kejadian ketuban pecah dini kehamilan aterm secara biomolekuler (Hsp90). Metode penelitian: Penelitian observasional analitik dan desain penelitian potong lintang. Jumlah subyek penelitian adalah 30 orang, terbagi ke dalam 2 kelompok dan setiap kelompok 15 orang. Variabel independen: kadar Hsp90, Variabel dependen: KPD Hamil Aterm. Analisa statistik dengan uji t. Hasil: Jumlah subyek penelitian adalah 30 orang, terbagi ke dalam 2 kelompok dan setiap kelompok 15 orang. Berdasarkan karakteristik ibu pada kedua kelompok penelitian, Rerata kadar HSP90 pada serum ibu hamil dengan KPD lebih tinggi (131,92) dibandingkan dengan kelompok hamil normal (80,28) dan perbedaan tersebut secara statistik bermakna (p < 0,001). Sedangkan pada variabel umur antara kedua kelompok penelitian terdapat perbedaan bermagna / tidak homogen (p < 0,05). Ibu berumur < 35 tahun beresiko mengalami KPD Kesimpulan: Rerata kadar Hsp90 pada ketuban pecah dini didapatkan lebih tinggi dari pada hamil aterm normal dan perbedaan ini bermakna secara statistik. . Umur ibu berpengaruh terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini, yaitu umur < dari 35 tahun lebih beresiko untuk mengalami KPD . Kata kunci: Heat Shock Protein 90, KPD, Stres Maternal

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 11 Sep 2015 16:59
    Last Modified: 11 Sep 2015 16:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18687

    Actions (login required)

    View Item