Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) Dan Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS) pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Sikap Percaya Diri Siswa SMPN Kabupaten Sukoharjo

YANUARTI, MAGHFIROH (2015) Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) Dan Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS) pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Sikap Percaya Diri Siswa SMPN Kabupaten Sukoharjo. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (997Kb) | Preview

    Abstract

    Maghfiroh Yanuarti. S851302047. Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) Dan Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS) pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Sikap Percaya Diri Siswa SMPN Kabupaten Sukoharjo. Pembimbing I: Dr. Budi Usodo, M.Pd., Pembimbing II: Dr. Riyadi, M.Si. Tesis: Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 2014. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik diantara model pembelajaran kooperatif tipe TPS, model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS atau model pembelajaran konvensional; (2) Manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan sikap percaya diri tinggi, sedang atau rendah; (3) Pada masing-masing kategori sikap percaya diri siswa, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik diantara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS) atau model pembelajaran konvensional; dan (4) Pada masing-masing model pembelajaran manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan sikap percaya diri tinggi, sedang atau rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3x3. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri seKabupaten Sukoharjo semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 302 siswa yang berasal dari SMPN 3 Kartasura, SMPN 2 Kartasura, dan SMPN 2 Baki yang diambil secara stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi siswa dan angket sikap percaya diri. Uji instrumen tes yang digunakan adalah uji validitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan reliabilitas. Uji instrumen angket yang digunakan adalah uji validitas, konsistensi internal, dan reliabilitas. Uji normalitas menggunakan Lilliefors, uji homogenitas dengan uji Bartlett dan uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan sel tak sama. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat disimpulkan: (1) prestasi belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran TAPPS dan model pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran TAPPS lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensional; (2) prestasi belajar matematika siswa dengan sikap percaya diri tinggi lebih baik daripada siswa dengan sikap percaya diri sedang dan rendah. Sedangkan prestasi belajar matematika siswa dengan sikap percaya diri sedang sama dengan siswa dengan sikap percaya diri rendah; (3) pada siswa dengan sikap percaya diri tinggi, siswa yang dikenai model pembelajaran TPS memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran TAPPS dan konvensional, sedangkan model TAPPS memberikan prestasi belajar yang sama dengan model konvensional. Pada siswa dengan sikap percaya diri sedang, model pembelajaran TPS, TAPPS, dan konvensional memberikan prestasi belajar matematika yang sama. Pada siswa dengan sikap peercaya diri rendah, model pembelajaran TPS dan TAPPS memberikan prestasi belajar yang sama, begitu juga model TPS dan konvensional, sedangkan model pembelajaran TAPPS memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada konvensional; dan (4) pada model pembelajaran TPS, siswa dengan sikap percaya diri tinggi memberikan prestasi belajar yang lebih baik dari pada siswa dengan sikap percaya diri sedang dan rendah, sedangkan siswa dengan sikap percaya diri sedang mempunyai prestasi belajar yang sama dengan sikap percaya diri rendah. Pada model pembelajaran TAPPS dan konvensional, siswa dengan sikap percaya diri tinggi, sedang, dan rendah mempunyai prestasi belajar yang sama. Kata kunci : Model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS), Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS), Prestasi Belajar Matematika, Sikap Percaya Diri.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 11 Sep 2015 16:42
    Last Modified: 11 Sep 2015 16:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18685

    Actions (login required)

    View Item