STUDI TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN PRANIKAH DITENGAH PERKAWINAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 526/PDT/G/2012/PN.Jkt.Sel)

NUGRAHAYUNINGTYAS, MELA (2015) STUDI TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN PRANIKAH DITENGAH PERKAWINAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 526/PDT/G/2012/PN.Jkt.Sel). Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (655Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Mela Nugrahayuningtyas, E0011193. STUDI TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN PRANIKAHDITENGAH PERKAWINAN(STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 526/PDT/G/2012/PN.Jkt.Sel). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai, bagaimana proses pembatalan perjanjian pranikah dan akibat hukum dari perjanjian pranikah pada putusan nomor 526/PDT/G/2012/PN.Jkt.Sel. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan sifat deskriptif.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kasus (case approach) dengan jenis sumber bahan hukum primer serta bahan hukum sekunder.Bahan hukum primer adalah kajian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, KUHPerdata, KHI, Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1968 tentang kewarganegaraan, dan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 526/PDT/G/2012/PN.Jkt.Sel.Bahan hukum sekunder berupa buku-buku ilmiah di bidang hukum, kamus-kamus hukum, makalah-makalah serta hasil karya ilmiah para sarjana, dan literatur hasil penelitian lain.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik studi dokumen (studi kepustakaan) dengan mengumpulkan literatur berupa buku-buku, peraturan-peraturan yang ada, dokumen, dan laporan ilmiah yang berhubungan dengan pembatalan perjanjian pranikah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan.Pembatalan perjanjian pranikah terdiri dari pertama, pengajuan gugatan ke Pengadilan yang meliputi pendaftaran gugatan, membayar panjar biaya perkara, registrasi perkara, pelimpahan berkas perkara kepada Ketua Pengadilan, penetapan Majelis Hakim oleh Ketua Pengadilan, dan penetapan hari sidang.Kemudia kedua adalah menunggu tangkisan dari pihak lawan. Pada putusan nomor 526/PDT/G/PN.Jkt.Sel tersebut, pembatalan perjanjian pranikah yang disetujui oleh Hakim berakibat bahwa perjanjian tersebut dianggap tidak pernah ada sehingga halhal yang timbul akibat perjanjian pranikah tersebut dikembalikan pada keadaan semula. Kata kunci : Pembatalan perjanjian pranikah, proses pembatalan perjanjian pranikah, akibat hukum pembatalan perjanjian pranikah.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Afifah Shobrina
    Date Deposited: 11 Sep 2015 07:10
    Last Modified: 11 Sep 2015 07:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18626

    Actions (login required)

    View Item