EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG MENGGUNAKAN PEER ASSESSMENT PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN DITINJAU DARI RASA PERCAYA DIRI SISWA TERHADAP MATEMATIKA(Penelitian Pada Siswa Kelas VIII Semester II SMP Negeri 1 Mojolaban)

Supriyanti, Naning (2015) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG MENGGUNAKAN PEER ASSESSMENT PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN DITINJAU DARI RASA PERCAYA DIRI SISWA TERHADAP MATEMATIKA(Penelitian Pada Siswa Kelas VIII Semester II SMP Negeri 1 Mojolaban). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (459Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar Matematika siswa yang lebih baik antara pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang menggunakan peer assessment atau pembelajaran langsung yang menggunakan peer assessment pada pokok bahasan lingkaran, (2) manakah yang memberikan prestasi belajar Matematika siswa yang lebih baik ditinjau dari rasa percaya diri siswa terhadap Matematika pada pokok bahasan lingkaran, (3) pada siswa yang diberikan pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang menggunakan peer assessment, manakah yang memberikan prestasi belajar Matematika siswa yang lebih baik antara siswa yang memiliki rasa percaya diri terhadap Matematika tinggi, sedang atau rendah, (4) pada siswa yang diberikan pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran langsung yang menggunakan peer assessment, manakah yang memberikan prestasi belajar Matematika siswa yang lebih baik antara siswa yang memiliki rasa percaya diri terhadap Matematika tinggi, sedang atau rendah, (5) pada siswa dengan tingkat rasa percaya diri tinggi, manakah yang memberikan prestasi belajar Matematika siswa yang lebih baik antara pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang menggunakan peer assessment atau pembelajaran Matematika dengan pembelajaran langsung yang menggunakan peer assessment, (6) pada siswa dengan tingkat rasa percaya diri sedang, manakah yang memberikan prestasi belajar Matematika siswa yang lebih baik antara pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang menggunakan peer assessment atau pembelajaran Matematika dengan pembelajaran langsung yang menggunakan peer assessment, (7) pada siswa dengan tingkat rasa percaya diri rendah, mengetahui manakah yang memberikan prestasi belajar Matematika siswa yang lebih baik antara pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang menggunakan peer assessment atau pembelajaran Matematika dengan pembelajaran langsung yang menggunakan peer assessment. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mojolaban tahun ajaran 2014/2015, yang terdiri dari 7 kelas. Sampel yang digunakan yaitu 2 kelas dengan jumlah total siswa kedua kelas tersebut adalah 63 siswa, yang terdiri dari kelas eksperimen I(kelas VIII-A) sebanyak 31 siswa dan kelas eksperimen II(kelas VIII-B) sebanyak 32 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMP Negeri 1 Mojolaban juga pada kelas VIII-E. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untuk mengumpulkan data yang berupa data nilai mid semester Matematika, metode angket untuk data rasa percaya diri siswa terhadap Matematika dan metode tes untuk data prestasi belajar Matematika siswa pada materi lingkaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Sebagai persyaratan analisis yaitu populasi berdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors dan populasi mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan metode Bartlett. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan peer assessment memberikan prestasi belajar Matematika lebih baik daripada pembelajaran langsung dengan peer assessment pada materi lingkaran, (2) prestasi belajar Matematika siswa dengan rasa percaya diri siswa terhadap Matematika tinggi lebih baik dari pada siswa dengan rasa percaya diri siswa terhadap Matematika sedang maupun rendah, dan siswa dengan rasa percaya diri terhadap Matematika sedang lebih baik dari siswa dengan rasa percaya diri terhadap Matematika rendah pada materi lingkaran, (3) pada siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan peer assessment, prestasi siswa yang memiliki rasa percaya diri terhadap Matematika tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki rasa percaya diri terhadap Matematika sedang maupun rendah, dan prestasi belajar siswa dengan rasa percaya diri terhadap Matematika sedang lebih baik daripada siswa dengan rasa percaya diri terhadap Matematika rendah, (4) pada siswa yang diberikan pembelajaran langsung menggunakan peer assessment, prestasi siswa yang memiliki rasa percaya diri terhadap Matematika tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki rasa percaya diri terhadap Matematika sedang maupun rendah, dan prestasi belajar siswa dengan rasa percaya diri terhadap Matematika sedang lebih baik daripada siswa dengan rasa percaya diri terhadap Matematika rendah, (5) pada siswa dengan tingkat rasa percaya diri tinggi, prestasi belajar Matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan peer assessment lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran langsung menggunakan peer assessment, (6) pada siswa dengan tingkat rasa percaya diri sedang, prestasi belajar Matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan peer assessment lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran langsung menggunakan peer assessment, (7) pada siswa dengan tingkat rasa percaya diri rendah, prestasi belajar Matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan peer assessment lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran langsung menggunakan peer assessment. Kata kunci : model pembelajaran kooperatif tipe STAD, model pembelajaran langsung, peer assessment, rasa percaya diri siswa terhadap Matematika, lingkaran, prestasi belajar.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Faisal M
    Date Deposited: 09 Sep 2015 19:12
    Last Modified: 09 Sep 2015 19:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18490

    Actions (login required)

    View Item