PENGARUH VARIASI DOSIS STEROID TERHADAP DERAJAT INFLAMASI INTESTINAL MENCIT MODEL SEPSIS TAHAP AWAL

PRASETYO, MEDITA (2015) PENGARUH VARIASI DOSIS STEROID TERHADAP DERAJAT INFLAMASI INTESTINAL MENCIT MODEL SEPSIS TAHAP AWAL. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (303Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Medita Prasetyo, G0011134, 2014. Pengaruh Variasi Dosis Steroid terhadap Derajat Inflamasi Intestinal Mencit Model Sepsis Tahap Awal. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret. Latar Belakang: Sepsis merupakan sindroma respon inflamasi sistemik, dengan proses patologik utama berupa apoptosis saluran pencernaan. Penggunaan steroid sebagai terapi inflamasi dalam sepsis masih diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis steroid (dosis rendah, sedang, dan tinggi) terhadap derajat inflamasi intestinal mencit model sepsis tahap awal. Metode Penelitian: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik dengan the post test only controlled group design. Sampel 25 mencit Balb/C jantan, dibagi dalam lima kelompok yaitu kelompok kontrol (K1), sepsis (K2), sepsis + steroid dosis rendah (K3), sepsis + steroid dosis sedang (K4) dan sepsis + steroid dosis tinggi (K5). Model sepsis dengan cecal inoculum 6 mg/kgBB/hari/i.p. Steroid dosis rendah, sedang, dan tinggi, digunakan masing-masing deksametason 0,05; 0,25; dan 2,5 mg/kgBB/hari/i.v. Intestinal mencit diambil setelah lima hari perlakuan, untuk dibuat preparat histologis menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin kemudian ditentukan derajat inflamasinya. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan uji Mann-Whitney, menggunakan program SPSS for Windows Release 22.0. Perbedaan dikatakan signifikan apabila p < 0,05. Hasil Penelitian: Penelitian memperlihatkan derajat inflamasi intestinal pada K1: derajat 0 (100%). K2: derajat 2 (60%), derajat 3 (40%). K3: derajat 0 (40%), derajat 1 (60%). K4: derajat 2 (20%), derajat 3 (80%). K5: derajat 3 (40%), derajat 4 (60%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok K1 dan K2 (p = 0,005), kelompok K2 dan K3 (p = 0,007), kelompok K2 dan K5 (p = 0,020), kelompok K3 dan K4 (p = 0,006), kelompok K3 dan K5 (p = 0,007), dan kelompok K4 dan K5 (p = 0,042). Simpulan Penelitian: Terdapat perbedaan derajat inflamasi intestinal pada pemberian steroid dengan dosis yang berbeda (dosis rendah, sedang, dan tinggi) pada mencit model sepsis tahap awal. Kata Kunci: Dosis steroid, derajat inflamasi, sepsis.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Afifah Shobrina
    Date Deposited: 09 Sep 2015 18:31
    Last Modified: 09 Sep 2015 18:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18477

    Actions (login required)

    View Item