PERAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DALAM MENCEGAH TERJADINYA PEMILIKAN TANAH SECARA ABSENTEE MELALUI JUAL BELI TANAH DI KABUPATEN SRAGEN

ANNISA, MARLA DWI (2015) PERAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DALAM MENCEGAH TERJADINYA PEMILIKAN TANAH SECARA ABSENTEE MELALUI JUAL BELI TANAH DI KABUPATEN SRAGEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (95Kb) | Preview

    Abstract

    MARLA DWI ANNISA, E0009209. 2013. PERAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DALAM MENCEGAH TERJADINYA PEMILIKAN TANAH SECARA ABSENTEE MELALUI JUAL BELI TANAH DI KABUPATEN SRAGEN. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah syaratsyarat jual beli tanah dalam pembuatan akta jual beli dapat mencegah pemilikan tanah secara absentee serta mengetahui peran PPAT dalam mencegah pemilikan tanah secara absentee dalam jual beli tanah di Kabupaten Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan meliputi primer dan sekunder dimana data primer dalam penelitian ini menggunakan wawancara dengan PPAT yang berpraktek di Kabupaten Sragen dan sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu melalui data primer yang diperoleh dengan cara wawancara , dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen resmi ataupun literatur seperti buku-buku, hasil penelitian ilmiah, artikel, makalah, jurnal, arsip, dan bahan-bahan kepustakaan lainnya yang relevan dengan penulisan hukum ini. Di dalam analisis data digunakan pengolahan data secara Analisis kualitatif. Tahap terakhir adalah menarik kesimpulan dari data yang telah diolah, sehingga pada akhirnya dapat diketahui peran PPAT dalam mencegah pemilikan tanah secara absentee di Kabupaten Sragen. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan 2 (dua) kesimpulan, yaitu pertama bahwa syarat-syarat jual beli tanah dalam pembuatan akta jual beli hanya dapat mencegah pemilikan tanah absentee secara formil saja. Yang kedua peran PPAT dalam mencegah pemilikan tanah secara absentee peran PPAT yang pro aktif sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pemilikan tanah absentee, peranan ini dapat berupa tindakan pengecekan di kantor kecamatan mengenai obyek tanah dan kebenaran tempat tinggal calon pembelinya, semua tindakan tersebut harus didasarkan itikad baik dan kejujuran dari PPAT itu sendiri disamping perlunya ketelitian. Kata Kunci :Jual beli tanah, absentee, PPAT

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Dhamar Aprilani Dwi Safitri
    Date Deposited: 09 Sep 2015 10:15
    Last Modified: 09 Sep 2015 10:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18380

    Actions (login required)

    View Item