PERKEMBANGAN SENI LUDRUK KIRUN DAN RELEVANSINYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SISWA TERHADAP BUDAYA LOKAL

HARGIANTO, DHELFYAN (2015) PERKEMBANGAN SENI LUDRUK KIRUN DAN RELEVANSINYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SISWA TERHADAP BUDAYA LOKAL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (558Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan dalam Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan: (1) Latar belakang berdirinya seni Ludruk Kirun di Madiun, (2) Perkembangan dan eksistensi seni Ludruk Kirun, (3) Pandangan guru dan masyarakat terhadap eksistensi Ludruk dalam kaitannya sebagai pelestarian budaya, (4) Usaha guru dalam menumbuh kembangkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Bentuk penelitian ini deskriptif kualitatif, yaitu suatu cara dalam meneliti suatu peristiwa pada masa sekarang dengan menghasilkan data-data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang tertentu atau perilaku yang dapat diamati dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Dalam penelitian ini digunakan strategi studi kasus terpancang tunggal. Sumber data yang digunakan adalah sumber benda, tempat, peristiwa, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive dan snowball sampling. Validitas data yang digunakan ada dua teknik trianggulasi yaitu trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yaitu proses analisis yang bergerak di antara tiga komponen yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) latar belakang berdirinya Ludruk Kirun didorong oleh faktor internal yaitu: (a) Ludruk merupakan kesenian asli Jawa Timur, (b) keinginan Kirun ingin melestarikan kesenian Ludruk, (c) keinginan masyarakat terhadap hiburan yang merakyat. Faktor eksternal yaitu: (a) masuknya budaya asing yang menyebabkan tersingkirnya budaya asli Indonesia (b) kebudayaan merupakan kebutuhan manusia. (2) perkembangan dan eksistensi Ludruk Kirun: (a) perkembangan dimulai tahun 1985 kirun mendirikan sanggar “Kirun Cs” hingga tahun 2009 berganti nama menjadi PadSKi (Padepokan Seni Kirun) dan mengajarkan pelatihan Ludruk, Ketoprak, tari dan lawak, (b) eksistensi Ludruk Kirun bekerja sama dengan pihak-pihak terkait sehingga Ludruk tidak hilang oleh arus globalisasi. (3) pandangan guru terhadap seni Ludruk: (a) guru memandang Ludruk sebagai salah satu kebudayaan Indonesia, (b) melestarikan kebudayaan Indonesia agar kebudayaan Ludruk tidak hilang (4) usaha guru menumbuh kembangkan apresiasi siswa dengan cara: (a) guru memberikan materi tentang kebudayaan Indonesia, (b) pemberian materi tentang kebudayaan menyebabkan siswa mampu memberikan apresiasi terhadap suatu budaya Indonesia. Kata kunci: Ludruk, Relevansi, Budaya Lokal, Apresiasi Siswa

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Ihwan Ali
    Date Deposited: 09 Sep 2015 07:33
    Last Modified: 09 Sep 2015 07:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18361

    Actions (login required)

    View Item