KONSTRUKSI REALITAS BERITA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (Analisis Wacana tentang Pemberitaan Kekerasan Seksual dengan Korban Kaum Perempuan pada Harian Kompas Periode 1 September – 31 Oktober 2013)

Wibowo, Johan (2015) KONSTRUKSI REALITAS BERITA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (Analisis Wacana tentang Pemberitaan Kekerasan Seksual dengan Korban Kaum Perempuan pada Harian Kompas Periode 1 September – 31 Oktober 2013). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (1243Kb) | Preview

    Abstract

    Perempuan dan media massa, dua aspek yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Hampir tidak ada satu jenis media massa pun saat ini yang tak mengangkat sosok perempuan dalam pemberitaan. Namun, selama ini produksi dan pencitraan media massa lebih mengarah pada dominasi laki-laki dibandingkan perempuan, terlebih terhadap berita-berita kekerasan seksual. Dimana perempuan cenderung ditampilkan dalam teks sebagai pihak yang salah, marjinal dibandingkan pihak laki-laki. Selain itu, laki-laki lebih sering ditampilkan sebagai sosok dominan, kuat, berkuasa sementara perempuan sebaliknya sebagai sosok lemah, penuh ketergantungan dan sebagai korban atau objek dalam pemberitaan sehingga menimbulkan bias gender. Pemberitaan bias gender, terutama terhadap perempuan tak lepas dari peran media massa yang ada dibaliknya dalam mengkontruksi sebuah realitas atau peristiwa yang terjadi. Kompas sebagai salah satu surat kabar bersegmentasi nasional memiliki gaya penulisan yang berbeda dengan media lain. Bahasa yang digunakan Kompas cenderung rapi dan tidak meletup-letup. Berita yang dimuat merupakan hasil penggodokan yang matang baik dari sisi wartawan maupun sisi editor dan diupayakan berimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi realitas terkait gender dibentuk dalam pemberitaan kekerasan seksual dengan korban perempuan di harian Kompas. Kajian difokuskan pada teks berita kekerasan seksual periode 1 September – 31 Oktober 2013. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan metode analisis wacana yang dikembangkan oleh Teun van Dijk. Dengan analisis wacana, peneliti akan melihat bagaimana wacana gender dikonstruksi dan dibentuk melalui analisis teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Penelitian ini berujung pada kesimpulan bahwa Kompas mengonstruksikan perempuan sebagai korban, bukan sebagai objek eksploitasi karena perempuan ditempatkan sebagai subjek pencerita dan diberi ruang untuk menceritakan dirinya atau peristiwa tersebut. Meskipun dalam penyajiannya, perempuan masih digambarkan sebagai sosok marjinal, lemah, tak berdaya dan sensitif namun dengan bahasa yang lebih halus sesuai dengan ciri khas Kompas. Kata kunci: analisis wacana, berita, konstruksi realitas, kekerasan, perempuan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Rizqy Pratama Putra
    Date Deposited: 07 Sep 2015 21:04
    Last Modified: 07 Sep 2015 21:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18215

    Actions (login required)

    View Item