PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE PRODUK FASHION BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK

Puspita, Jevi (2015) PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE PRODUK FASHION BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (964Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penyelesaian ganti kerugian konsumen online shop produk fashion sebagai upaya perlindungan konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan untuk mengetahui faktor penghambat upaya perlindungan konsumen online shop produk fashion berdasarkan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian hukum ini merupakan penelitian hukum empirisdan bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Teknik analisis bahan hukum dilakukan dengan menggunakan model interaktif. Upaya penyelesaian dari ganti kerugian konsumen online shop produk fashion sebagai upaya perlindungan konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik belum sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Konsumen online shop produk fashion yang mengalami kerugian karena tindakan pelaku usaha yang tidak bertanggungjawab cenderung memilih menginformasikan kerugian yang dialaminya kepada akun blacklist online shop di Instagramsebagai mediatoryang membantu penyelesaian masalah antara konsumen dengan pelaku usaha online shop. Mediator dalam hal ini bersifat virtual namun memiliki peran besar dalam membantu upaya perlindungan konsumen online shop produk fashion. Pemerintah berperan pasif dalam perlindungan konsumenonline shop produk fashion karena pemerintah tidak mendapat laporan dari adanya pelanggaran hak-hak konsumen online shop produk fashion. Faktor penghambat perlindungan konsumen online shop produk fashion antara lain adalah kurangnya kesadaran pelaku usaha online shop produk fashion dalam memberikan informasi produk dan kurangnya pengetahuan konsumen akan identitas pelaku usaha online shop produk fashion. Kata Kunci : perlindungan konsumen, transaksi jual beli online

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Rizqy Pratama Putra
    Date Deposited: 07 Sep 2015 20:50
    Last Modified: 07 Sep 2015 20:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18212

    Actions (login required)

    View Item