EKSPERIMENTASI MODEL PROBLEM POSING TIPE WITHIN SOLUTION POSING, TIPE PRE SOLUTION POSING DAN TIPE POST SOLUTION POSING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN BANJARNEGARA

SANTOSA, FARAH HENIATI (2015) EKSPERIMENTASI MODEL PROBLEM POSING TIPE WITHIN SOLUTION POSING, TIPE PRE SOLUTION POSING DAN TIPE POST SOLUTION POSING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN BANJARNEGARA. Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (587Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, pembelajaran dengan model Problem Posing tipe Within Solution Posing, tipe Pre Solution Posing, tipe Post Solution Posing atau model pembelajaran langsung (2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang mempunyai kemampuan penalaran tinggi, sedang atau rendah (3) pada masing–masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi lebih baik, siswa yang mempunyai kemampuan penalaran tinggi, sedang atau rendah (4) pada masing–masing kategori kemampuan penalaran siswa, manakah yang memberikan prestasi lebih baik, model pembelajaran Problem Posing tipe Within Solution Posing, tipe Pre Solution Posing, tipe Post Solution Posing atau model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 4x3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP di Kabupaten Banjarnegara. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 316 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan tes kemampuan penalaran. Uji prasyarat meliputi uji normalitas populasi menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi menggunakan metode Bartlett. Dengan a = 0,05, diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan memiliki variansi yang sama. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan, diperoleh kesimpulan bahwa keempat kelas memiliki kemampuan awal matematika yang seimbang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama yang kemudian dilanjutkan dengan uji komparasi ganda menggunakan metode Scheffe. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa : (1) model pembelajaran Problem Posing tipe Within Solution Posing memberikan prestasi belajar lebih baik daripada model Problem Posing tipe Pre Solution Posing, model Problem Posing tipe Post Solution Posing maupun model langsung, dan model Problem Posing tipe Pre Solution Posing memberikan prestasi belajar lebih baik dibandingkan model Problem Posing tipe Post Solution Posing maupun model pembelajaran langsung, serta model Problem Posing tipe Post Solution Posing memberikan prestasi belajar lebih baik dibandingkan model pembelajaran langsung (2) siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi memperoleh prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan penalaran sedang maupun siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah, dan siswa yang memiliki kemampuan penalaran sedang memperoleh prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah (3) pada masing-masing model pembelajaran, siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi memperoleh prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan penalaran sedang maupun siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah, dan siswa yang memiliki kemampuan penalaran sedang memperoleh prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah (4) pada masing-masing kategori kemampuan penalaran, model pembelajaran Problem Posing tipe Within Solution Posing memberikan prestasi belajar lebih baik daripada model Problem Posing tipe Pre Solution Posing, model Problem Posing tipe Post Solution Posing maupun model langsung, dan model Problem Posing tipe Pre Solution Posing memberikan prestasi belajar lebih baik daripada model Problem Posing tipe Post Solution Posing maupun model pembelajaran langsung, serta model Problem Posing tipe Post Solution Posing memberikan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran langsung.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Rizky Taqwa Perdana
    Date Deposited: 07 Sep 2015 10:48
    Last Modified: 07 Sep 2015 10:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18079

    Actions (login required)

    View Item