EVALUASI TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY (ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP), DAN ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) BUS BATIK SOLO TRANS (BST) (STUDI KASUS: KORIDOR 7)

Nuraga, Mahitala Rasis (2015) EVALUASI TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY (ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP), DAN ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) BUS BATIK SOLO TRANS (BST) (STUDI KASUS: KORIDOR 7). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (506Kb) | Preview

    Abstract

    Tarif sangat berpengaruh terhadap kelangsungan operasi angkutan umum karena dapat mengakomodasi kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum. Angkutan bus Batik Solo Trans merupakan angkutan bus kota yang saat ini sedang digalakkan pengoperasiaannya. Bus Batik Solo Trans ini diharapkan dapat menjadi idaman angkutan bus kota di daerah Surakarta. Hasil survey jumlah penumpang didapat rata-rata penumpang/bus/hari, yaitu 238 penumpang (hari kerja) dan 129 penumpang (hari libur). Data didapat dengan penyebaran kuisioner kepada pengguna angkutan bus Batik Solo Trans koridor 7 dan wawancara dengan awak bus Batik Solo Trans koridor 7, kemudian data di analisis untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) berdasarkan 3 metode (Dishub, DLLAJ, FSTPT) dan mengetahui daya beli penumpang dari kemampuan (Ability To Pay) dan kemauan (Willingness To Pay) untuk membayar tarif bus kota, serta analisis nilai Break Even Point (BEP). Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK menurut metode Dishub Rp 2.085,118; metode DLLAJ Rp 2.177,714; metode FSTPT Rp 1.551,908 dengan kondisi sistem setoran, terdapat kenaikan sebesar 183,165% pada kondisi sistem normal. Berdasarkan ATP sebesar Rp 2.763 untuk kategori umum dan Rp.2.582 untuk kategori pelajar. Besarnya nilai WTP sebesar Rp 2.793 untuk kategori umum dan Rp 2.231 untuk kategori pelajar. Nilai BEP berdasarkan load factor pada hari kerja sebesar 41,17% dan pada hari libur sebesar 30,88% kondisi sistem setoran, terdapat selisih sebesar 2,47% lebih kecil pada kondisi sistem normal. Jumlah armada yang dibutuhkan untuk mencapai BEP pada kondisi sistem setoran dan sistem normal sebesar 10 armada pada hari kerja dan hari libur. Selain itu, pada kondisi sistem setoran waktu untuk impas/balik modal tidak tercapai, sedangkan pada kondisi sistem normal waktu untuk impas/balik modal membutuhkan waktu 8,47 tahun. Tarif yang berlaku saat ini lebih besar daripada tarif berdasarkan BOK, ATP dan WTP. Sehingga diperlukan adanya evaluasi tarif dari pemerintah yang sesuai dengan BOK, kemampuan dan kemauan penumpang serta berinovasi dalam memberikan kebijakan dan perbaikan pelayanan serta fasilitas angkutan umum agar nilai load factor yang saat ini dapat meningkat dan menarik minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum sebagai moda transportasi utama. Kata kunci : Tarif, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP), Break Even Point (BEP)

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Faisal M
    Date Deposited: 06 Sep 2015 21:14
    Last Modified: 06 Sep 2015 21:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18050

    Actions (login required)

    View Item