TINJAUAN KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI YANG TIDAK DISUMPAH KARENA KETERBELAKANGAN MENTAL DALAM PEMERIKSAAN PERKARA KEKERASAN SEKSUAL (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI LUBUK BASUNG NOMOR : 104/Pid.B/2013/PN.LB.BS)

WALANTI, SINDURA DEBRI (2015) TINJAUAN KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI YANG TIDAK DISUMPAH KARENA KETERBELAKANGAN MENTAL DALAM PEMERIKSAAN PERKARA KEKERASAN SEKSUAL (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI LUBUK BASUNG NOMOR : 104/Pid.B/2013/PN.LB.BS). Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (489Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian keterangan saksi yang tidak disumpah karena mengalami keterbelakangan mental tidak bertentangan dengan KUHAP dan bagaimanakah sikap Majelis Hakim dalam mempertimbangkan keterangan saksi yang tidak disumpah karena mengalami keterbelakangan mental untuk memutus perkara kekerasan seksual di Pengadilan Negeri Lubuk Basung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif dengan sifat preskriptif. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah studi kasus (case study). Sumber data yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah data sekunder, yaitu menggunakan bahan-bahan kepustakaan yang dapat berupa putusan, peraturan perundang-undangan, dokumen, buku-buku, dan literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknis analisis data yang digunakan yaitu metode silogisme dengan pola berpikir deduktif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan atas permasalahan hukum yaitu yang pertama nilai kekuatan pembuktian dalam perkara kekerasan seksual mengenai keterangan saksi yang tidak disumpah karena keterbelakangan mental telah sesuai dengan ketentuan KUHAP, yang diatur dalam Pasal 171 butir b, yang mana keterangan saksi yang diberikan pengecualian bagi orang yang sakit ingatan atau sakit jiwa. Dan sesuai dengan Pasal 161 ayat (2) KUHAP, yang mana keterangan saksi yang diberikan tanpa sumpah dapat menguatkan keyakinan hakim. Kedua, mengenai keterangan saksi yang tidak disumpah karena mengalami keterbelakangan mental dalam perkara kekerasan seksual telah dipertimbangkan oleh Majelis Hakim. Sikap Majelis Hakim dalam memutus perkara yang mana saksi tidak disumpah karena mengalami keterbelakangan mental telah mempertimbangkan keterangan saksi tersebut yang sesuai dengan Pasal 185 ayat (7) KUHAP, yang mana keterangan saksi tanpa sumpah apabila sesuai dengan alat bukti yang sah lainnya, dapat dipergunakan sebagai tambahan alat bukti yang sah. Kata Kunci : Pembuktian, Keterangan Saksi tanpa Sumpah, Keterbelakangan Mental, Kekerasan Seksual, KUHAP.

    Item Type: Other
    Subjects: K Law > KZ Law of Nations
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Endar Kusumaningrum
    Date Deposited: 06 Sep 2015 18:54
    Last Modified: 06 Sep 2015 18:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18039

    Actions (login required)

    View Item