POLA ALIRAN BANJIR BERDASARKAN MORFOMETRI DAS (DAERAH ALIRAN SUNGAI) PADA DAS BINUANG SUMATERA BARAT

Rifani, Agus (2015) POLA ALIRAN BANJIR BERDASARKAN MORFOMETRI DAS (DAERAH ALIRAN SUNGAI) PADA DAS BINUANG SUMATERA BARAT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (489Kb) | Preview

    Abstract

    Sumatera Barat dikarunia Allah SWT sumberdaya air yang melimpah. Terdapat beberapa sungai di wilayah ini dan sebagian besar berpotensi menimbulkan masalah banjir. DAS Binuang yang berada di Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang rentan terhadap banjir karena sudah penuh dengan sedimen. Akibatnya, saat hujan lebat atau debit sungai besar, air meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Sehingga bencana banjir bandang (galodo) sewaktu-waktu bisa terjadi saat hujan lebat. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi hidrograf debit maksimum pada DAS Binuang dengan menggunakan software Watershed Modeling System (WMS) serta mengetahui karakteristik dan gambaran pola aliran banjir DAS Binuang dengan menggunakan pemodelan yang ada pada WMS. HEC-1, HEC-HMS, TR- 55 dan TR-20 merupakan empat model yang digunakan untuk analisis hidrograf DAS Binuang. Perhitungan debit banjir dilakukan pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50,100, 500 dan 1000 tahun dan dibandingkan dengan debit maksimum plotting grafik Creager pada kala ulang 1000 tahun. Kemudian dipilih model yang mendekati grafik Creager. Dari hasil penelitian karakteristik DAS Binuang diperoleh luas DAS 3.04 km2, panjang sungai utama 3.786 km, keliling 8.83 km, DAS berbentuk memanjang, kemiringan lereng 0.158 m/m, pola aliran sungai dendritik, kerapatan pengaliran 1.24 km/km2 termasuk kategori sedang, bifurcation ratio 4.0, rasio frekuensi orde sungai 6.587, jenis tanah DAS adalah gleisol dan aluvial dan Curve Number 84. Debit banjir rancangan yang mendekati grafik creager adalah model TR-55. Dengan debit banjir kala ulang berturut-turut 2, 5, 10, 25, 50, 100, 500 dan 1000 tahun adalah 38.32 m3/s, 54.79 m3/s, 56.63 m3/s, 70.10 m3/s, 102.72 m3/s, 116.10 m3/s, 129.37 m3/s, dan 159.69 m3/s. Pola Aliran yang digunakan adalah kala ulang 5 tahun diperoleh Tp sebesar 744 menit dengan Qp=54.79 m3/s, pada waktu T0.3 sebesar 52.57 menit dengan 0.3Qp=16.44 m3/s, pada waktu 1.5T0.3 sebesar 78.86 menit dengan 0.32Qp=4.93 m3/s. Pada saat debit mencapai 50% diperoleh Q50=27.44 m3/s dengan W50=26.64 menit, pada debit mencapai 75% diperoleh Q75=41.16 m3/s dengan W75=10.78 menit. Sedangkan hidrograf pada kala ulang 100 tahun diperoleh Tp sebesar 744 menit dengan Qp=116.10 m3/s, pada waktu T0.3 sebesar 52.57 menit dengan 0.3Qp=34.83 m3/s, pada waktu 1.5T0.3 sebesar 78.86 menit dengan 0.32Qp= 10.45 m3/s. Pada saat debit mencapai 50% diperoleh Q50=58.07 m3/s dengan W50=30.84 menit, pada debit mencapai 75% diperoleh Q75=87.10 m3/s dengan W75=15.57 menit. Kata Kunci: Pola Aliran Banjir, Hidrograf, Watershed Modeling System.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Maharani Angel Ein Suryono
    Date Deposited: 06 Sep 2015 12:34
    Last Modified: 06 Sep 2015 12:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/18020

    Actions (login required)

    View Item