ABDURRAHMAN WAHID: STUDI PEMIKIRAN TENTANG RELASI AGAMA DAN NEGARA

PAMUNGKAS, MAHAR TRI (2015) ABDURRAHMAN WAHID: STUDI PEMIKIRAN TENTANG RELASI AGAMA DAN NEGARA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (417Kb) | Preview

    Abstract

    Mahar Tri Pamungkas. ABDURRAHMAN WAHID: STUDI PEMIKIRAN TENTANG RELASI AGAMA DAN NEGARA. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Februari 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) biografi genealogi Abdurrahman Wahid; (2) perantauan intelektual Abdurrahman Wahid ketika remaja; dan (3) pemikiran Abdurrahman Wahid dalam konteks keberagaman kehidupan di Indonesia dan relasi agama dan negara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologi. Langkahlangkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menyusun kesimpulan. Sumber data yang dipakai adalah narasumber dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara. Validitas data dilakukan dengan melakukan trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Abdurrahman Wahid adalah salah satu tokoh nasional Indonesia yang mempunyai garis keturunan darah biru dari Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng dan Pendiri Nahdlatul Ulama; (2) Abdurrahman Wahid mempunyai genealogi, pengalaman pendidikan, dan pergaulan yang menyebabkannya mempunyai pemikiran bersifat liberal, moderat, dan progresif; (3) bagi Abdurrahman Wahid, agama dengan negara mempunyai relasi yang bersifat simbiotik mutualisme. Relasi simbiotik agama dengan negara di Indonesia termaktub dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan bentuk negara final yang terbaik. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi sebuah wadah yang mampu mengayomi adanya keberagaman masyarakat Indonesia. Materi mengenai Abdurrahman Wahid dapat disisipkan melalui pembelajaran Sejarah Kelas XII IPS (KTSP) dalam materi sistem pemerintahan yang pernah ada di Indonesia, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Guru seyogyanya tidak hanya mengajarkan bagaimana ciri pemerintahan, bagaimana proses berjalannya sistem pemerintahan, kelebihan dan kelemahan dari sistem pemerintahan tersebut, namun juga menyampaikan keteladanan dari tokohtokoh yang pernah menjadi pemimpin di Indonesia saat menjalankan sistem pemerintahan. Sikap-sikap positif yang ditunjukkan Abdurrahman Wahid selama ini dapat kita ambil sebagai pembelajaran dan teladan baik, antara lain, demokratis, anti-diskriminasi, dan menjunjung tinggi sikap pluralisme. Kata kunci: Relasi Agama dan Negara, Simbiotik, Pancasila Dan Undang- Undang Dasar 1945.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Dhamar Aprilani Dwi Safitri
    Date Deposited: 04 Sep 2015 12:21
    Last Modified: 04 Sep 2015 12:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17812

    Actions (login required)

    View Item