Community Governance: Kapasitas Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo dalam Resolusi Konflik Masalah Revitalisasi Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo

Ambarwati, Okki Chandra (2015) Community Governance: Kapasitas Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo dalam Resolusi Konflik Masalah Revitalisasi Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (188Kb) | Preview

    Abstract

    Okki Chandra Ambarwati, D0111067, “Community Governance: Kapasitas Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo dalam Resolusi Konflik Masalah Revitalisasi Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo”. Skripsi, Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2015. 130 halaman. Banyaknya urusan publik menuntut aktor diluar pemerintah yakni swasta dan komunitas untuk ikut memenuhi kebutuhan atas pemecahan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dalam permasalahan kebijakan revitalisasi pasar yang terhenti, komunitas memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggotanya. Salah satu kebijakan revitalisasi pasar yang terhenti adalah revitalisasi pasar Ir. Soekarno Sukoharjo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis konflik, proses community governance melalui kapasitas Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo (HPPKS) sebagai resolusi konflik serta model resolusi konflik di permasalahan tersebut. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sumber data berasal dari informan, peristiwa dan dokumen serta teknik pengambilan sampel adalah dengan snow ball sample.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis menggunakan model interaktif dan validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber data. Konflik yang terjadi dalam permasalahan revitalisasi pasar Ir. Soekarno Sukoharjo berdasarkan jumlah pelaku yang terlibat adalah konflik antar kelompok, kemudian merupakan konflik kepentingan dan termasuk dalam konflik konstruktif. Hasil penelitian ini meunjukkan bahwa HPPKS memiliki kapasitas untuk melakukan community governance sebagai resolusi konflik pada permasalahan revitalisasi pasar Ir. Soekarno Sukoharjo. Community Governance tersebut diselenggarakan melalui modal soisal dan kepemimpinan kolaboratif dari HPPKS. Modal sosial yang terlihat dari bonding social capital melalui pertemuan internal, kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, kegiatan olahraga, dan kemandirian financial. Bridging social capital terlihat dari hubungan yang terjalin dengan Aliansi Perbaiki Sukoharjo, Mahasiswa, Lembaga Bantuan hukum UGM, PT. Ampuh Sejahtera, wartawan dan elemen lainnya yang bersama HPPKS menekan pemerintah untuk segera menjadikan pasar. Selanjutnya linking social capital terlihat dari komunikasi formal maupun informal dengan pemangku jabatan di Kabupaten Sukoharjo. Kepemimpinan kolaboratif HPPKS didukung dengan kapasitas yang dimiliki dari pengurus HPPKS dan bridging yang menjalin hubungan dengan HPPKS. Model resolusi konflik yang dilakukan yakni dengan diri sendiri melalui agresi verbal dan melalui intervensi pihak ketiga yakni berwujud litigasi dan pengadilan. Hasil dari resolusi konflik tersebut adalah sudah terselesaikannya revitalisasi pasar Ir. Soekarno, sedangkan yang tidak bisa teresolusi adalah memaksimalkan fungsi pasar itu sendiri. Kata kunci :Community Governance, Networking, Himpunan Pedagang

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Negara
    Depositing User: Gunasih gunasih
    Date Deposited: 04 Sep 2015 08:05
    Last Modified: 04 Sep 2015 08:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17754

    Actions (login required)

    View Item