MENENTUKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI) SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE PRISM (STUDI KASUS : BATIK AGUNG WIBOWO)

Prabarini, Novitria Arie (2015) MENENTUKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI) SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE PRISM (STUDI KASUS : BATIK AGUNG WIBOWO). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (1185Kb) | Preview

    Abstract

    Novitria Arie Prabarini, NIM : I 0310033. MENENTUKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI) SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE PRISM (STUDI KASUS : BATIK AGUNG WIBOWO) Tugas Akhir. Surakarta : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Januari 2015. Batik Agung Wibowo merupakan salah satu perusahaan berskala kecil menengah (UKM) yang memproduksi batik di kota Surakarta. Pertumbuhan yang saat ini dicapai Batik Agung Wibowo disadari bukan hasil kerja tunggal perusahaan, namun melibatkan banyak pihak seperti : karyawan, pelanggan, pemasok, dan masyarakat (stakeholder). Oleh karena itu Batik Agung Wibowo perlu mengetahui bagaimana mengukur kinerja perusahaan yang mempertimbangkan aspek stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Key Performance Indicator (KPI) perusahaan dengan menggunakan metode Performance Prism. Metode ini dipilih karena metode ini mempertimbangkan aspek stakeholder. Metode ini dapat membantu Batik Agung Wibowo dalam menerjemahkan stakeholder satisfaction dan contribution menjadi objective, strategi, proses, dan kapabilitas. Masing – masing aspek tersebut, kemudian diukur tingkat keberhasilannya melalui indikator kinerja (Performance Indicator atau PI). Selanjutnya, stakeholder, objectives, dan PI dinilai tingkat bobot kepentingannya menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Sepuluh PI yang memiliki bobot tertinggi dipilih sebagai KPI perusahaan. KPI yang dihasilkan mewakili masing – masing kepuasan stakeholder. Pembobotan dengan AHP tersebar dalam 8 stakeholders, 24 objectives, dan 51 PI. Hasil pembobotan dengan metode AHP menunjukkan bahwa stakeholder pelanggan tetap memiliki bobot paling tinggi (0,190) dan masyarakat lingkungan pabrik memiliki bobot terendah (0,100), sedangkan hasil pembobotan PI menujukkan bahwa rasio jumlah pelanggan tetap memiliki bobot tertinggi (0,0577) dan rata – rata waktu feedback (0,0020). Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Performance Prism, Analytic Hierarchy Process (AHP), Indikator Kinerja, Key Performance Indicators (KPI). xvi + 145 halaman; 19 gambar; 58 tabel; 7 persamaan; 10 lampiran Daftar pustaka : 47 (1992-2011)

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Gunasih gunasih
    Date Deposited: 04 Sep 2015 07:50
    Last Modified: 04 Sep 2015 07:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17748

    Actions (login required)

    View Item