PROSES PELAKSANAAN PUTUSAN PERMOHONAN CERAI TALAK DENGAN PEMBERIAN NAFKAH ANAK DI PENGADILAN AGAMA KARANGANYAR

Kurniawan, Erin Putri (2015) PROSES PELAKSANAAN PUTUSAN PERMOHONAN CERAI TALAK DENGAN PEMBERIAN NAFKAH ANAK DI PENGADILAN AGAMA KARANGANYAR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (590Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan putusan perceraian dengan pemberian nafkah anak di Pengadilan Agama Karanganyar dan juga untuk mengetahui bagaimana penyelesaian apabila pihak suami tidak melaksanakan kewajibannya memberikan nafkah anak setelah perceraian sesuai dengan yang tercantum dalam amar putusan. Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dan bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dan data sekunder berupa putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, buku dan literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Putusan Pengadilan Agama Karanganyar Nomor : 1067/ Pdt.G/2014/PA.Kra telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada hari sidang pembacaan ikrar talak, pemohon belum siap untuk menunaikan kewajibannya memberikan nafkah setelah perceraian sehingga pembacaan ikrar talak ditunda dan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2014. Dalam pelaksanaan pemberian nafkah anak setelah perceraian terdapat hambatan ketika suami tidak mampu secara financial atau kurang memiliki kesadaran secara moral untuk memberikan nafkah anak setelah perceraian sesuai dengan yang tercantum dalam amar putusan. Dalam hal suami tidak melaksanakan kewajibannya memberikan nafkah anak sesuai dengan putusan maka istri dapat mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan yang memutus perkara tersebut. Namun dalam hal mengajukan permohonan eksekusi tersebut harus diperhitungkan apakah nilai eksekusi akan sebanding dengan biaya eksekusi yang harus dikeluarkan. Sehingga sebelum mengajukan permohonan eksekusi, pemohon sebaiknya mempertimbangkan hal tersebut mengingat tujuan utama dari pelaksanaan eksekusi adalah untuk memberikan hakhak anak setelah perceraian yang tidak dilaksanakan sesuai dengan putusan pengadilan oleh suami. Selama suami belum bisa memberikan nafkah kepada anak maka biaya pemeliharaan anak menjadi tanggungan istri untuk sementara waktu. Kata Kunci : Putusan Perceraian, Nafkah Anak, Eksekusi

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
    K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Muhammad Naufal Indriatmoko
    Date Deposited: 04 Sep 2015 04:02
    Last Modified: 04 Sep 2015 04:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17725

    Actions (login required)

    View Item