PERLAWANAN BUDAYA SASTRAWAN YANG TERBUANG (Analisis Wacana Perlawanan Budaya yang Direpresentasikan oleh Marah Rusli dalam Novel “Memang Jodoh”)

WULANDARI, IKA (2015) PERLAWANAN BUDAYA SASTRAWAN YANG TERBUANG (Analisis Wacana Perlawanan Budaya yang Direpresentasikan oleh Marah Rusli dalam Novel “Memang Jodoh”). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2828Kb) | Preview

    Abstract

    Sebagai seorang sastrawan yang terbuang karena dianggap membelot dari adat, Marah Rusli melakukan perlawanan lewat novel terakhirnya yang berjudul “Memang Jodoh”. Novel yang diselesaikan lebih dari lima puluh tahun yang lalu ini melawan konsep pernikahan Minangkabau yang pada masa itu dianut secara kaku dan berujung pada pengasingan dari keluarga dan kampung halaman seumur hidup. Penundaan penerbitan dilakukan agar tidak menyakiti keluarga di Padang. Pernikahan Minangkabau yang dipengaruhi oleh sistem kekerabatan Matrinileal menyebabkan perbedaan signifikan dalam aturan dan kebiasaan yang dianut. Ketentuan yang melarang pernikahan dengan orang luar dan kebiasaan poligami yang dulu dianut dengan kuat dilanggar oleh pengarang hingga pada akhirnya menerima konsekuensi menjadi orang buangan. Melalui perlawanan simbolis, Marah Rusli memunculkan kritik terhadap budaya Minangkabau. Novel yang merupakan semi-auto biografi ini bercerita tentang kehidupan pribadi pengarang tentang perlawanan nyata antara beliau dan adat yang pada masanya mengikat dengan sedemikian kuatnya. Sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan diatas, penelitian yang dilakukan untuk mengkaji isi pesan perlawanan Marah Rusli terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau yang berkaitan dengan pernikahan adalah analisis wacana dengan mengkaji makna pesan yang terkandung dalam novel. Dalam cerita, pengarang secara tidak langsung menyinggung tentang konsep Pernikahan Minangkabau yang Dipengaruhi oleh sistem Kekerabatannya, Anjuran Poligami untuk Kaum Bangsawan, serta Konsekuensi melanggar ketentuan Pernikahan dalam adat Minangkabau. Novel Memang jodoh berisi pesan-pesan yang menyinggung pernikahan Minangkabau tersebut yang dilawan oleh Marah Rusli karena beliau memiliki konsep yang berbeda dengan yang ada di Minangkabau. Keyword: Perlawanan Budaya, Pernikahan Minangkabau

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    P Language and Literature > PN Literature (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Boby Anggit Suryawan
    Date Deposited: 02 Sep 2015 15:34
    Last Modified: 02 Sep 2015 15:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17535

    Actions (login required)

    View Item