PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBASIS INKUIRI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014

Hariyani, Iin (2015) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBASIS INKUIRI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (649Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF - Published Version
    Download (0b) | Preview

      Abstract

      Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E berbasis Inkuiri siswa kelas VIII F SMP Negeri 14 Surakarta dan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan kemampuan matematika siswa kelas VIII F SMP Negeri 14 Surakarta melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E berbasis Inkuiri Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Aktivitas belajar siswa yang yang diamati menyangkut 4 aspek, yaitu kegiatan visual, kegiatan lisan, kegiatan menulis dan kegiatan motorik. Data aktivitas belajar diperoleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran, sedangkan untuk data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh dari hasil tes akhir siklus. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah setidaknya pada kegiatan visual siswa yang mencapai kategori aktivitas tinggi mencapai 80% dari jumlah siswa di kelas, pada kegiatan lisan siswa yang mencapai kategori aktivitas tinggi mencapai 60% dari jumlah siswa di kelas, pada kegiatan menulis siswa yang mencapai kategori aktivitas tinggi mencapai 75% dari jumlah siswa di kelas, , pada kegiatan motorik siswa yang mencapai kategori aktivitas tinggi mencapai 70% dari jumlah siswa di kelas dan setidaknya 70% dari jumlah total siswa mencapai skor kemampuan pemecahan lebih dari atau sama dengan 7 untuk setiap soal. Dimana skor tersebut diperoleh dari 2 skor maksimal untuk tahap memahami masalah, 4 skor maksimal untuk tahap merencanakan penyelesaian, dan minimal 1 skor untuk tahap melaksanakan rencana penyelesaian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E berbasis inkuiri yang dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah sebagai berikut: a) Kegiatan Pendahuluan: Guru mengucapkan salam, mengecek kehadiran siswa, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran. i) Tahap Elicit: Guru menyelidiki kemampuan yang telah dimiliki siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan siswa sebelumnya. ii) Tahap Engage: Guru memberikan permasalahan disertai gambar ilustrasi terkait materi yang akan dipelajari untuk motivasi dan merangsang keingintahuan siswa. Guru menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru membagi siswa kedalam kelompok secara heterogen. Guru menyampaikan bahwa akan ada penghargaan bagi siswa yang aktif. b) Kegiatan Inti: iii) Tahap Explore: Guru membagikan LKS dan alat peraga kepada masing-masing kelompok. Guru menjelaskan garis besar prosedur kerja untuk percobaan kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Guru meminta siswa untuk melakukan eksperimen sesuai petunjuk pada LKS kemudian siswa diminta berdiskusi dalam kelompoknya untuk membahas permasalahan yang ada di LKS yang sudah dibagikan. Guru mengawasi jalannya diskusi dan memfasilitasi siswa jika ada kesulitan, memotivasi siswa dan mengingatkan sisa waktu agar siswa bekerja lebih cepat, dan menegur dengan tegas jika ada siswa yang gaduh atau mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran. iv) Tahap Explain: Guru meminta perwakilan dari kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Pada saat presentasi dibentuk forum diskusi kelas, sehingga terjadi umpan balik dari siswa dalam kelompok lain. Guru mengklarifikasi hasil diskusi yang telah dipresentasikan. v) Tahap Elaborate: Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada LKS, dan selama diskusi berlangsung guru mengawasi, mengontrol jalannya diskusi dan memfasilitasi siswa jika ada kesulitan. Guru meminta perwakilan beberapa kelompok untuk menuliskan jawabannya di papan tulis. Guru bersama dengan siswa membahas jawaban di papan tulis. c) Penutup: vi) Tahap Evaluate: Guru memberikan kuis individu kepada siswa berkaitan dengan materi yang sudah dipelajari pada hari itu dan meminta agar siswa mengerjakan secara individu. Setelah siswa selesai mengerjakan kuis individu, lembar jawab siswa dikumpulkan. vii) Tahap Extend: Guru memberikan beberapa contoh permasalahan sehari-sehari yang mengkaitkan konsep lain dengan konsep materi pelajaran pada hari itu. Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif selama proses pembelajaran. Guru bersama-sama siswa menyimpulkan pelajaran yang didapat pada hari itu. Kemudian guru menginformasikan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan yang akan datang dan meminta siswa untuk mempelajari secara mandiri di rumah. Berdasarkan hasil observasi, aktivitas belajar untuk setiap aspek pada prasiklus persentase aktivitas belajar pada kegiatan visual yang mencapai kategori aktivitas belajar tinggi sebesar 60% dari seluruh siswa dikelas, setelah dilakukan tindakan dengan menerapkan model pembelajaran Learning Cycle 7E berbasis inkuiri pada siklus I meningkat menjadi 75%, pada siklus II meningkat menjadi 85%. Pada aspek kegiatan lisan sebesar 25% pada prasiklus meningkat menjadi 47,5% pada siklus I dan meningkat menjadi 65% pada siklus II. Pada kegiatan menulis sebesar 50% pada prasiklus meningkat menjadi 72,5% pada siklus I dan meningkat menjadi 77,5% pada siklus II. Pada kegiatan motorik sebesar 35% pada prasiklus meningkat menjadi 62,5% pada siklus I dan meningkat menjadi 70% pada siklus II. Sedangkan dari hasil tes akhir siklus, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan dari prasiklus sebesar 35% dari seluruh siswa dikelas yang memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah ≥7 pada setiap soal menjadi 60% pada siklus I meningkat lagi menjadi 75% pada siklus II. Kata kunci: Learning Cycle 7E, Inkuiri, Learning Cycle 7E Berbasis Inkuiri, aktivitas belajar, pemecahan masalah

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: L Education > L Education (General)
      Q Science > QA Mathematics
      Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
      Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
      Depositing User: Boby Anggit Suryawan
      Date Deposited: 02 Sep 2015 15:09
      Last Modified: 02 Sep 2015 15:09
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17522

      Actions (login required)

      View Item