PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DENGAN BANTUAN KARTU PERMASALAHAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN SIKAP POSITIF SISWA TERHADAP MATEMATIKA DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Zelvianesti, Ellisa Putri (2015) PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DENGAN BANTUAN KARTU PERMASALAHAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN SIKAP POSITIF SISWA TERHADAP MATEMATIKA DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (341Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan metode pembelajaran TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan yang dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta, 2) mengetahui apakah penerapan metode pembelajaran TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, 3) mengetahui peningkatan sikap positif siswa terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data keterlaksanaan pembelajaran, data sikap positif siswa terhadap matematika dan data hasil tes kemampuan pemecahan masalah. Data sikap positif siswa menyangkut 7 aspek, yaitu siswa memperhatikan,mengajukan pertanyaan, mengerjakan LKK, berpartisipasi aktif dalam diskusi, mencatat,bersedia maju kedepan, dan menyimpulkan hasil diskusi. Sedangkan untuk data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, data yang dikumpulkan menyangkut 4 aspek, yaitu memahami, merencanakan, melaksanakan rencana, dan menafsirkan solusi masalah. Untuk mengumpulkan data tentang sikap positif siswa dan keterlaksanaan pembelajaran menggunakan metode observasi. Sedangkan untuk data kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan metode tes. Selain metode observasi dan metode tes, metode dokumen digunakan untuk mengkaji arsip-arsip yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung, yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, hasil observasi selama proses pembelajaran, hasil tes siswa, foto, dan dokumen lain. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah rata-rata persentase sikap positif siswa berada dalam kategori tinggi dan 70% dari jumlah total siswa mencapai skor kemampuan pemecahan masalah lebih dari atau sama dengan 7 untuk setiap soal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langkah pembelajaran dengan metode pembelajaran TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan yang dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah: 1) Kegiatan awal, yaitu: a) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. b) Guru memberikan motivasi. c) Guru memberikan apersepsi d) Guru menginformasikan metode pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran. 2) Kegiatan inti, yaitu: a) Guru memberikan LKK ke masing-masing kelompok b) Guru memantau dan mengarahkan kerja siswa dalam kelompok c) Siswa dengan bimbingan guru membahas LKK melalui tanya jawab d) Guru menjelaskan materi e) Guru mengkoordinasikan siswa ke dalam kelompok dan menentukan siapa yang akan menjadi problem solver (PS) dan listener (L) f) Guru memberikan kartu permasalahan untuk mereka pecahkan. g) PS1 memecahankan masalah pertama dan L1 mengamati proses penyelesaian masalah h) PS2 memecahkan masalah kedua dan L2 mengamati proses penyelesaian masalah i) Guru berkeliling kelas untuk mengamati dan membimbing j) Guru meminta perwakilan dari beberapa kelompok untuk maju mempresentasikan jawabannya k) Guru memberikan penguatan serta mengevaluasi apabila terdapat kesalahan l) Guru memberikan penghargaan kepada PS dan L terbaik. 3) Penutup, yaitu: Guru memberikan post test b) Guru membimbing siswa untuk merangkum apa yang telah dipelajari. c) Guru memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi pada pertemuan selanjutnya. Berdasarkan pembelajaran dengan metode pembelajaran TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan, rata-rata persentase sikap positif siswa mengalami peningkatan dari 32,6% pada kegiatan pra siklus menjadi 61,16% pada siklus I dan kemudian mengalami peningkatan sebesar 16,29% pada siklus II menjadi 77,45%. Untuk kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan dari 37,5% pada kegiatan pra siklus menjadi 62,5% pada siklus I dan kemudian mengalami peningkatan sebesar 15,625%pada siklus II menjadi 78,125%. Kata kunci: TAPPS, Kartu Permasalahan, sikap positif siswa, kemampuan pemecahan masalah

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Maharani Angel Ein Suryono
    Date Deposited: 02 Sep 2015 14:27
    Last Modified: 02 Sep 2015 14:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17502

    Actions (login required)

    View Item