HUBUNGAN DERAJAT BERAT MEROKOK DENGAN KEJADIAN INFARK MIOKARD

Nardian, Derajat Fauzan (2015) HUBUNGAN DERAJAT BERAT MEROKOK DENGAN KEJADIAN INFARK MIOKARD. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (173Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Derajat Fauzan Nardian, G0011065, 2015.Hubungan Derajat Berat Merokok dengan Kejadian Infark Miokard. Skripsi. Fakultas Kedokteran.Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang: Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Salah satu penyakit kardiovaskuler yang sering terjadi adalah infark miokard. Di negara berkembang seperti Indonesia, merokok adalah faktor risiko yang berpengaruh pada penyakit infark miokard. Banyak faktor yang berpengaruh dalam pajanan rokok bagi seseorang, seperti lama merokok, jumlah konsumsi rokok dan usia awal merokok. Namun di Indonesia belum banyak dilakukan penelitian mengenai perilaku merokok tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan derajat berat merokok dilihat dari lama dan jumlah konsumsi rokok dengan kejadian infark miokard. Metode Penelitian: Penelitian yang dilaksanakan bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel merupakan pasien yang datang atau dirawat di Poliklinik atau Ruang Rawat Inap Jantung RSUD Dr. Moewardi.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel bebas yang diamati adalah status perokok yang didapatkan dari wawancara dan kuesioner, dan variabel terikat adalah status infark miokard yang didapatkan dari data rekam medik. Teknik analisis yang digunakan adalah ujiregresi logistik dengan p= 0.05. Hasil Penelitian: Jumlah anggota sampel infark miokard sebanyak 22 orang dan non infark miokard 22 orang. Sampel dengan status perokok ringan sebanyak 18 orang, perokok sedang sebanyak orang 15 orang dan perokok berat 11 orang. Rerata usia 56,55±8,76 dan rerata IMT 23,19±3,49. Hasil nilai p pada uji regresi logistik adalah 0,005 dan 0,037 (p < 0.05). Odds Ratio dalam penelitian ini adalah OR1= 26 dan OR2 = 11,43. Simpulan Penelitian: Ada hubungan signifikan antara derajat berat merokok dengan kejadian infark miokard pada pasien RSUD Dr. Moewardi. Semakin tinggi derajat berat merokok seseorang semakin besar risiko terkena infark miokard. Kata kunci: status perokok, derajat berat merokok, infark miokard

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Azinudin Achzab
    Date Deposited: 03 Sep 2015 10:07
    Last Modified: 03 Sep 2015 10:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17483

    Actions (login required)

    View Item