MODIFIKASI KONDENSOR SISTEM DISTILASI ETANOL DENGAN MENAMBAHKAN SISTEM SIRKULASI AIR PENDINGIN

ADAM, BENNY and AGUSTINA, DEKA HERMI and DONSIUS, and GUNAWAN, GINANJAR ADY (2015) MODIFIKASI KONDENSOR SISTEM DISTILASI ETANOL DENGAN MENAMBAHKAN SISTEM SIRKULASI AIR PENDINGIN. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (3813Kb) | Preview

    Abstract

    Perpindahan panas adalah perpindahan energi yang terjadi karena adanya perbedaan temperatur diantara benda atau material. Pada perpindahan panas, energi berpindah dari fluida panas ke fluida dingin. Proses perpindahan panas dalam kondensor terjadi antara uap hasil distilasi yang bertemperatur tinggi dengan air kondensor yang bertemperatur rendah. Panas dari uap berpindah ke air pendingin, hal ini menyebabkan turunnya temperatur uap dan perubahan fase menjadi cair (pengembunan), sedangkan temperatur air pendingin menjadi naik (pemanasan). Karena naiknya temperatur air pendingin selama proses distilasi berlangsung, maka air pendingin harus dibuang dan diganti dengan air pendingin yang baru. Modifikasi kondensor ini bertujuan untuk mendinginkan dan mensirkulasikan air pendingin kondensor, sehingga dapat menghemat penggunaan air. Sistem sirkulasi air pendingin ini terdiri dari radiator, fan dan pompa. Luas permukaan perpindahan panas radiator yang dibutuhkan berdasarkan perhitungan sebesar 4,7 m2, sedangkan luas permukaan perpindahan panas radiator yang digunakan sebesar 6 m2. Radiator yang digunakan berupa radiator bekas yang masih layak pakai. Laju alir pompa yang digunakan sebesar 12 liter/menit. Selama proses distilasi berlangsung, air pendingin kondensor mengalami kenaikan temperatur. Air yang bertemperatur tinggi dialirkan melalui tube dengan bantuan pompa, pada saat bersamaan udara dialirkan melalui dinding radiator dengan menggunakan kipas. Dalam radiator terjadi transfer panas dari air ke udara, hal ini menyebabkan air mengalami penurunan temperatur sedangkan udara mengalami kenaikan temperatur. Air yang telah mengalami penurunan temperatur dialirkan kembali ke dalam kondensor. Proses pendinginan dan sirkulasi dilakukan secara berulang untuk menjaga suhu air pendingin kondensor tetap dingin. Dari hasil pengujian didapatkan koefisien perpindahan panas overall sebesar 141,88 W/m2.K , fouling factors sebesar 0,0025 dengan ΔTLMTD sebesar 4,52 K dan penurunan temperatur air sebesar 4,62 K. Sedangkan berdasarkan percobaan terakhir (28/06/2014) didapatkan koefisien perpindahan panas overall sebesar 127,6 W/m2.K dengan ΔTLMTD sebesar 5,03 K dan penurunan temperatur air sebesar 4,6 K.

    Item Type: Other
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Endar Kusumaningrum
    Date Deposited: 04 Sep 2015 14:15
    Last Modified: 04 Sep 2015 14:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17343

    Actions (login required)

    View Item