Perbedaan Pengaruh Pemberian Eritromisin Profilaksis Oral Dosis 2 mg/kgbb, 5 mg/kgbb, 10 mg/kgbb terhadap Waktu Mencapai Nutrisi Enteral Penuh pada Bayi Kurang Bulan

Sariningsih, Dwi (2015) Perbedaan Pengaruh Pemberian Eritromisin Profilaksis Oral Dosis 2 mg/kgbb, 5 mg/kgbb, 10 mg/kgbb terhadap Waktu Mencapai Nutrisi Enteral Penuh pada Bayi Kurang Bulan. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (639Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Dwi Sariningsih. NIM S591102003. 2015. Perbedaan Pengaruh Pemberian Eritromisin Profilaksis Oral Dosis 2 mg/kgbb, 5 mg/kgbb, 10 mg/kgbb terhadap Waktu Mencapai Nutrisi Enteral Penuh pada Bayi Kurang Bulan. Tesis. Pembimbing I : Prof. Dr. dr. Bambang Soebagyo, SpA(K), II : dr. Yulidar Hafidh, SpA(K). Program Studi Kedokteran Keluarga Minat Utama Ilmu Biomedik, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar belakang. Intoleransi minum merupakan masalah utama pada bayi kurang bulan. Eritromisin merupakan salah satu obat prokinetik untuk mengatasi intoleransi minum pada bayi kurang bulan karena imaturitas sistem pencernaan. Metode. Penelitian uji kinis acak terkontrol pada bulan Juni - September 2014 dengan subyek bayi kurang bulan umur kehamilan < 37 minggu. Parameter yang digunakan untuk menilai intoleransi minum pada bayi kurang bulan adalah waktu pencapaian nutrisi enteral penuh (150 ml/kgbb/hari). Hasil. Terdapat 40 subyek bayi kurang bulan yang dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing 10 subyek mendapat eritromisin profilaksis oral dosis 2 mg/kgbb, 5 mg/kgbb, 10 mg/kgbb tiap 6 jam dan plasebo. Terdapat perbedaan lama hari mencapai nutrisi enteral penuh antara pemberian plasebo dibandingkan dengan eritromisin dosis 2 mg/kgbb, 5 mg/kgbb, 10 mg/kgbb, dimana pada pemberian eritromisin waktu pencapaian nutrisi enteral penuh lebih cepat, walaupun secara statistik tidak signifikan (p > 0,05). Terdapat perbedaan rerata peringkat lama hari mencapai nutrisi enteral penuh antara pemberian eritromisin dosis 2 mg/kgbb dan 10 mg/kgbb, walaupun secara statistik tidak signifikan (9,35 vs 11,65; p = 0,367). Terdapat perbedaan rerata peringkat lama hari mencapai nutrisi enteral penuh antara pemberian eritromisin dosis 5 mg/kgbb dan 10 mg/kgbb, walaupun secara statistik tidak signifikan (9,85 vs 11,15; p = 0,617). Tidak terdapat perbedaan rerata peringkat lama hari mencapai nutrisi enteral penuh antara pemberian eritromisin dosis 2 mg/kgbb dan 5 mg/kgbb (10,65 vs 10,35; p = 0,908). Terdapat pengaruh antara pemberian eritromisin, umur kehamilan dan berat badan lahir terhadap lama hari mencapai nutrisi enteral penuh, meskipun secara statistik tidak signifikan. Kesimpulan. Pada penelitian ini pemberian eritromisin profilaksis oral dosis 2 mg/kgbb secara klinis dapat mempercepat waktu pencapaian nutrisi enteral penuh pada bayi kurang bulan dibandingkan dosis 5 mg/kgbb, 10 mg/kgbb dan plasebo, walaupun secara statistik tidak signifikan. Kata kunci : dosis eritromisin, intoleransi minum, bayi kurang bulan

    Item Type: Other
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 01 Sep 2015 17:28
    Last Modified: 01 Sep 2015 17:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17313

    Actions (login required)

    View Item