STUDI PERBANDINGAN HUKUM PENGATURAN ASAS OPORTUNITAS DALAM SISTEM PENUNTUTAN PIDANA MENURUT HUKUM ACARA PIDANA DI INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA ANGLO SAXON

RISWINDANI, DIYAS MARETI (2015) STUDI PERBANDINGAN HUKUM PENGATURAN ASAS OPORTUNITAS DALAM SISTEM PENUNTUTAN PIDANA MENURUT HUKUM ACARA PIDANA DI INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA ANGLO SAXON. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (164Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK DIYAS MARETI RISWINDANI, E0010120.2014. “STUDI PERBANDINGAN HUKUM PENGATURAN ASAS OPORTUNITAS DALAM SISTEM PENUNTUTAN PIDANA MENURUT HUKUM ACARA PIDANA DI INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA ANGLO SAXON”.FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan berupa persamaan perbedaan serta kelemahan kelebihan hukum pengaturan asas oportunitas dalam sistem penuntutan pidana menurut hukum acara pidana di Indonesia dengan negaranegara Anglo Saxon. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif atau doktrinal dengan menggunakan jenis data sekunder. Dalam penelitian ini, tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data sekunder yang ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti. Selanjutnya data yang diperoleh kemudian dipelajari, diklasifikasikan, dan dianalisis lebih lanjut sesuai dengan tujuan dan permasalahan penelitian. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil dalam sistem penuntutan negaranegara Anglo Saxon secara tegas menyatakan tidak menganut sistem asas oportunitas meskipun Inggris tidak menganut sistem asas oportunitas seperti di Indonesia namun Inggris tetap menerapkan hal pengenyampingan perkara demi kepentingan umum, seperti halnya sistem penuntutan di Indonesia yang secara tegas menyatakan menganut sistem asas oportunitas dan di dalam asas oportunitas disebutkan bahwa penuntut umum tidak wajib melakukan penuntutan terhadap seseorang yang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana apabila dalam pertimbangannya dapat merugikan kepentingan umum, sehingga demi kepentingan umum seseorang yang melakukan tindak pidana dapat tidak dituntut. Pengaruh sistem hukum pada negara Malaysia, Singapura dan Australia lebih ditetapkan sebagai konsepsi Anglo Saxon, dan sebaliknya pengaruh Belanda dengan sistem Eropa Kontinental memberikan dasar konsepsi yang dominan. Pada umumnya dengan 2 sistem dan model tersebut diatas memiliki pengaruh dengan konsepsi penuntutan, yaitu model yang mengakui Asas Oportunitas, yaitu suatu beleid dari Penuntut Umum yang memperbolehkan memutuskan untuk menuntut atau tidak menuntut, baik dengan syarat maupun tidak dengan syarat (Belanda, Norwegia, Inggris dan Negara-negara dengan sistem Anglo Saxon, seperti Australia) Kata Kunci : Asas Oportunitas, Penuntutan, Anglo Saxon.

    Item Type: Other
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 01 Sep 2015 16:40
    Last Modified: 01 Sep 2015 16:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17292

    Actions (login required)

    View Item