PERUBAHAN KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PECAHAN GENTENG BERSERAT ALUMINIUM PASCA BAKAR DENGAN VARIASI WAKTU RENDAMAN AIR

MILAD, TANDYA AFILDA (2015) PERUBAHAN KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PECAHAN GENTENG BERSERAT ALUMINIUM PASCA BAKAR DENGAN VARIASI WAKTU RENDAMAN AIR. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (1355Kb) | Preview

    Abstract

    Beton merupakan suatu material struktur yang umum digunakan dalam sebuah konstruksi. Campuran pembentuk beton dapat diinovasikan seperti menggunakan agregat kasar pecahan genteng sebagai agregat pengganti agar beton memiliki berat satuan yang lebih ringan daripada beton normal sehingga beban struktur pada konstruksi itu sendiri menjadi lebih kecil. Penambahan berupa serat seperti serat aluminium yang disebar merata secara random sebagai tulangan serat pada beton dapat menambah nilai kuat tarik sehingga mencegah retak-retak yang terjadi akibat pembebanan, akibat panas hidrasi,dan penyusutan. Peristiwa kebakaran pada sebuah konstruksi bangunan masih sering terjadi dan masih banyaknya gedung yang dipergunakan kembali setelah mengalami peristiwa kebakaran, maka diperlukan perawatan terhadap elemen-elemen strukturnya. Perawatan yang dapat dilakukan berupa perendaman air pada beton pasca bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu rendaman air minimal agar didapatkan pemulihan maksimal pada beton ringan berserat aluminium pasca bakar yang ditinjau dari nilai kuat tarik belah dan modulus of rupture-nya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tarik belah dan balok yang berukuran 10 cm × 10 cm × 40 cm untuk pengujian modulus of rupture. Benda uji masingmasing berjumlah 3 buah untuk tiap variasi. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari, pengujian setelah beton dibakar suhu ruang 500 oC, dan pengujianpengujian berikutnya dilakukan setelah perawatan perendaman air (water curing) selama 28 x 24 jam, 42 x 24 jam, dan 56 x 24 jam. Penambahan serat alumunium pada beton ringan dapat meningkatkan nilai kuat tarik belah dan modulus of rupture dibandingkan beton ringan normal. Perawatan ulang pada beton normal pasca bakar dapat meningkatkan kuat tarik belah berturut-turut ; curing 28x24 jam, 46 x24 jam dan 58 x24 jam mengalami peningkatan berturut-turut ; 2,31 MPa, 2,59 MPa, dan 2,69 MPa; 13,95%, 27,91%,dan 32,56%. Untuk beton serat aluminium pasca bakar mengalami peningkatan berturut-turut ; 2.45 MPa, 2.69 MPa, 2.88 MPa; 6,12%, 16,33%,dan 17,31%. Perawatan ulang pada beton normal pasca bakar dapat meningkatkan nilai modulus of rupture berturut-turut ; curing 28 hari, 46 hari dan 58 hari mengalami peningkatan berturut-turut ; 2.23 MPa, 2.29 MPa,dan 2.42 MPa; 44,00%, 48,00% dan 56,00%. Untuk beton serat aluminium pasca bakar mengalami peningkatan berturut-turut ; 2.29 MPa, 2.35 MPa, 2.48 MPa; 27,59%, 31,03%,dan 37,93%. Kata kunci : genteng, pasca bakar, modulus of rupture, kuat tarik belah, curing

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Rizky Taqwa Perdana
    Date Deposited: 31 Aug 2015 23:41
    Last Modified: 31 Aug 2015 23:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17234

    Actions (login required)

    View Item