PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) JENIS TAPAK BERSUBSIDI PADA PT.BANK TABUNGAN NEGARA (Persero)Tbk.KANTOR CABANG PALUR

RIZANANTO, DEGA (2015) PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) JENIS TAPAK BERSUBSIDI PADA PT.BANK TABUNGAN NEGARA (Persero)Tbk.KANTOR CABANG PALUR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (168Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    HTML
    Download (132Kb) | Preview

      Abstract

      ABSTRAK PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR)JENIS TAPAK BERSUBSIDI PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) Tbk. KANTOR CABANG PALUR DEGA RIZANANTO F3622019 Jenis pengamatan yang penulis gunakan dalam pengamatan ini adalah deskriptif kualitatif,sehingga diperoleh informasi yang menggambarkan realitas yang ada mengenai prosedur KPR Sejahtera Tapak Bersubsidi di BTN Cabang Pembantu Palur. Adapun sumber data yang digunakan dalam pengamatan ini diperoleh dari narasumber yang sesuai dengan posisi serta akses informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengamatan, serta diperoleh dari dokumen dan arsip yang menunjang lainnya. Teknik pengumpulan data dalam pengamatan ini adalah melalui wawancara dengan narasumber, observasi secara langsung, dan mengkaji dokumen dan arsip. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa Prosedur Kredit Pemilikan Rumah jenis tapak bersubsidi di PT. Bank Tabungan Negara Cabang Pembantu Palur meliputi tujuh tahap. Tahap Pertama pengajuan berkas-berkas pinjaman yaitu pengajuan berkas-berkas pinjaman oleh pemohon kredit kepada bank. Tahap kedua verifikasi yaitu tahap pemeriksaan dan penyelidikan berkas-berkas pinjaman oleh bank. Tahap ketiga wawancara yaitu pihak bank melakukan wawancara kapada pemohon seputar penghasilan dan pengeluaran tiap bulan. Tahap keempat adalah on the spot, yaitu pihak bank melakukan survey di tempat kerja pemohon. Tahap kelima adalah keputusan kredit, yaitu pihak bank akan memberikan keputusan apakah pemohon berhak mendapatkan kredit atau tidak.Selanjutnya tahap keenam adalah akad kredit yaitu perjanjian kredit antara calon debitur,pihak bank, dan developer di hadapan notaris. Dan tahap ketujuh adalah pencairan dana setelah realisasi yaitu, penyaluran dana dari bank kepada developer. Adapun cara pembayaran angsuran kredit pemilikan rumah tersebut dapat melalui Bank Tabungan Negara, melalui Kantor Pos, melalui bank lain, atau melalui potong gaji dari instansi tempat pemohon bekerja. Permasalahan yang timbul selama proses pengajuan kredit biasanya dalam tahap pengajuan berkas-berkas dan tahap verifikasi berkas pinjaman. Hal ini disebabkan karena kekurangpahaman debitur dalam memperoleh informasi dari bank.Oleh karena itu, pihak bank sebaiknya memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya kepada debitur mengenai syarat-syarat pengajuan kredit tersebut. Sehingga proses kredit akan berjalan dengan cepat dan lancar. Kata Kunci :Bank BTN,Prosedur Kredit Pemilikan Rumah

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
      H Social Sciences > HG Finance
      Divisions: Fakultas Ekonomi
      Fakultas Ekonomi > D3 - Keuangan Perbankan
      Depositing User: Azinudin Achzab
      Date Deposited: 31 Aug 2015 16:00
      Last Modified: 31 Aug 2015 16:00
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/17138

      Actions (login required)

      View Item