PENGUJIAN SAMBUNGAN FINGER JOINT UNTUK MENGKAJI KUAT LENTUR PADA BALOK KAYU

Safitri, Endah and Gunawan, Purnawan (2010) PENGUJIAN SAMBUNGAN FINGER JOINT UNTUK MENGKAJI KUAT LENTUR PADA BALOK KAYU. Media Teknik Sipil, X. pp. 1-6. ISSN 1412-0976

[img] PDF - Published Version
Download (199Kb)

    Abstract

    Abstrak Kayu di pasaran umumnya ukurannya terbatas sehingga diperlukan adanya konstruksi sambungan. Sambungan merupakan bagian yang paling lemah, sehingga banyak kegagalan atau kerusakan struktur, yang disebabkan oleh gagalnya sambungan. Oleh karena itu teknik penyambungan sangat berperan untuk mendapatkan struktur yang baik. Penelitian ini mengulas sambungan jari (finger joint) dengan berbagai macam tingkat perbandingan kemiringan, dan pengaruhnya terhadap kuat lentur dan modulus elastisitas balok kayu. Hasil pengujian kuat lentur balok kayu tanpa sambungan, balok kayu dengan sambungan jari (finger joint) 1:2, 1:4, 1:8 berturut-turut sebagai berikut : 537,268 kg/cm2, 115,541 kg/cm2, 151,014 kg/cm2, dan 282,791 kg/cm2, dan besarnya modulus elastisitas berturut-turut sebagai berikut : 100.654,91 kg/cm2, 78.122,62 kg/cm2, 79.257,39 kg/cm2, dan 80.333,91 kg/cm2. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kuat lentur dan modulus elastisitas meningkat seiring dengan bertambahnya panjang sambungan, karena semakin besar perbandingan panjang sambungan yang dibuat akan mengakibatkan bertambahnya luasan perekatan. Sambungan jari 1:8 dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan dengan sambungan jari 1:2 dan sambungan jari 1:4 Kata kunci: Kayu, kuat lentur, sambungan finger joint . Abstract Woods in the market generally are limited in size and therefore a joint in wood construction is needed. The joint is the weakest part of woods as indicated by many of structural failures or damage that is caused by the failure of joints. Hence technique of wood joint is important to obtain a good structure. This research explored the finger joint with various vertical-horizontal ratios and its influence on flexural strength and modulus of elasticity of wood beams. It was recorded that flexural strength of wood beams for respective samples of plain without joint, wood with a finger joint 1:2, 1:4, 1:8 were 537,268 kg/cm2 , 115,541 kg/cm2 , 151,014 kg/cm2 , and 282,791 kg/cm2 and their respective modulus of elasticity were 100.654,91 kg/cm2 , 78.122,62 kg/cm2 , 79.257,39 kg/cm2 , and 80.333,91 kg/cm2 . It can be concluded that the flexural strength and the modulus of elasticity the increases followings increasing length of wood joint. This is because the smaller vertical-horizontal ratio of the wood joint has larger area of bonding. The finger joint of 1:8 vertical-horizontal ratio performed better than those of 1:2 and 1:4 Keywords: finger joint, flexural strength, wood

    Item Type: Article
    Uncontrolled Keywords: Kayu, kuat lentur, sambungan finger joint finger joint, flexural strength, wood
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Fairly Okta'mal
    Date Deposited: 09 Jul 2013 23:58
    Last Modified: 10 Jul 2013 00:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1707

    Actions (login required)

    View Item