KEKUATAN BENDING DAN KETAHANAN BAKAR KOMPOSIT HYBRID SERAT GELAS, SERAT KARBON, DAN SERBUK GENTENG SOKKA DENGAN MATRIKS BISPHENOL-A

Priyanto, Kaleb (2015) KEKUATAN BENDING DAN KETAHANAN BAKAR KOMPOSIT HYBRID SERAT GELAS, SERAT KARBON, DAN SERBUK GENTENG SOKKA DENGAN MATRIKS BISPHENOL-A. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (390Kb) | Preview

    Abstract

    Struktur bodi kendaraan harus memiliki sifat bending yang baik, ringan, dan tahan api. Komposit hybrid merupakan sebuah material alternatif yang dikembangkan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Penggabungan serat gelas dan serat karbon sebagai penguat dan penggunaan serbuk genteng Sokka dalam matriks bisphenol-A adalah sebuah terobosan baru dari teknologi komposit hybrid. Komposit hybrid dibuat dengan jenis konfigurasi lapisan serat gelas dan serat karbon yang bervariasi. Pengujian bending dilakukan pada setiap jenis konfigurasi lapisan sesuai standar ASTM D6272 untuk memperoleh konfigurasi komposit hybridyang menghasilkan kekuatan bending tertinggi. Setelah diperoleh konfigurasi komposit hybrid dengan kekuatan bending tertinggi, variasi persentase fraksi volume serbuk genteng Sokka sebesar 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% ditambahkan ke dalam matriks bisphenol-A. Pengujian bending sesuai standar ASTM D6272, pengujian bakar sesuai standar UL-94, analisa TGA (thermogravimetric analysis), dan pengamatan SEM (scanning electron microscope) dilakukan pada setiap spesimen komposit hybrid dengan penambahan serbuk genteng Sokka.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh konfigurasi serat hybrid dan penambahan serbuk genteng Sokka terhadap sifat bending dan ketahanan bakar komposit. Kekuatan bending tertinggi berdasarkan jenis konfigurasi lapisan dimiliki oleh komposit hybrid G2C10 (komposit yang diperkuat 2 lapis serat gelas pada sisi tengah dan 10 lapis serat karbon pada sisi terluar) sebesar 550,30 MPa dengan modulus bending sebesar 59,63 GPa.Penambahan 2,5% fraksi volume serbuk genteng Sokka ke dalam matriks bisphenol-A berdampak pada peningkatan kekuatanbendingkomposit hybrid G2C10 hingga 5,8%. Komposit hybrid G2C10 dengan penambahan 2,5% fraksi volume serbuk genteng Sokka memiliki ketahanan bakar HB (horizontal burning)dengan laju pembakaran (ROB) mencapai 12,81 mm/menit dan waktu penyalaan api (TTI)10,43 detik, serta memiliki temperatur puncak degradasi termal tertinggi pada 380 °C. Hasil foto SEM komposit hybrid G2C10 dengan penambahan 2,5% fraksi volume serbuk genteng Sokka menunjukkan ikatan antarmuka yang efektif antara bisphenol-A, serat, dan filler. Kata kunci: komposit hybrid, serat gelas, serat karbon, bisphenol-A, genteng Sokka

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    T Technology > TS Manufactures
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Mesin - S2
    Depositing User: Dhamar Aprilani Dwi Safitri
    Date Deposited: 30 Aug 2015 16:54
    Last Modified: 30 Aug 2015 16:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/16981

    Actions (login required)

    View Item