PERANAN SANGGAR SOERYA SOEMIRAT MANGKUNEGARAN DALAM MENGENALKAN DAN MELESTARIKAN SENI TARI DI SURAKARTA

Wicakasana, Arief Jaka (2015) PERANAN SANGGAR SOERYA SOEMIRAT MANGKUNEGARAN DALAM MENGENALKAN DAN MELESTARIKAN SENI TARI DI SURAKARTA. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (1820Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Arief Jaka Wicakasana. Peranan Sanggar Soerya Soemirat Mangkunegaran dalam Mengenalkan dan Melestarikan Seni Tari di Surakarta. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Juli 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Latar Belakang berdirinya Sanggar Soerya Soemirat Mangkunegaran, (2) Proses pendidikan yang berlangsung di Sanggar Soerya Soemirat Mangkunegaran, (3) Peranan Sanggar Soerya Soemirat Mangkunegaran dalam melestarikan dan mengenalkan seni tari di kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus terpancang tunggal. Sampel yang digunakan bersifat purposive sampling dan snowball sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen. Dalam penelitian ini, untuk mencari validitas data digunakan teknik trianggulasi yaitu trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif yaitu proses analisis yang bergerak diantara ke empat komponen pokok yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi, yang berlangsung secara siklus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: (1) Sanggar Soerya Soemirat berdiri pada tahun 1982 atas prakarsa Gusti Heru. Gusti Heru merupakan seorang ahli tari yang cenderung ke arah tarian tradisional. Gusti Heru mengadopsi Soerya Soemirat yang sebelumnya dipakai oleh Himpunan Kerabat Mangkunegaran (H.K.M.N.) sebagai nama kelompok trah Mangkunegaran. (2) Proses pendidikan yang berlangsung di Sanggar Soerya Soemirat menggunakan dua sistem, yaitu sistem drill dan sistem bengkel. Sistem drill adalah guru memberikan contoh kemudian siswa mengikutinya secara berulangulang, sedangkan sistem bengkel adalah sistem belajar tari yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas tari yang dimiliki seseorang. Sanggar Soerya Soemirat merupakan sanggar tari yang menerapkan pembelajaran secara nonformal tanpa ada syarat khusus dan batas usia dalam melakukan penerimaan siswa. (3) Peran Sanggar Soerya Soemirat terhadap pelestarian dan pengenalan seni tari di Surakarta anatar lain: a). Menyelengggarakan pendidikan tari bagi siapapun yang ingin belajar tari sehingga dapat menciptakan generasi penerus yang diharapkan mampu melestarikan dan mengenalkan seni tari khususnya di Surakarta; b). Mengadakan pertunjukan tari yang bertujuan untuk menjaga eksistensi seni tari dan sebagai hiburan bagi masyarakat; c). Melakukan pertemuan dengan pakar tari yang bertujuan untuk mendiskusikan segala hal yang berkaitan dengan keberlangsungan tari serta dapat menjaga silaturahmi antar seniman tari; d). Pelopor pelatihan pengelolaan manajemen sanggar tari di Surakarta e). Bekerja sama dengan Kementrian Luar Negeri dengan tujuan untuk mengenalkan taritarian Indonesia ke mancanegara. Kata kunci: Sanggar Soerya Soemirat, Tari Tradisional, Seni

    Item Type: Other
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 30 Aug 2015 09:42
    Last Modified: 30 Aug 2015 09:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/16909

    Actions (login required)

    View Item