KAJIAN RISIKO LONGSORLAHAN UNTUK KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SALAMAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014

Kristawan, Arief Yulie (2015) KAJIAN RISIKO LONGSORLAHAN UNTUK KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SALAMAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (977Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: tingkat kerawanan longsorlahan, tingkat kerentanan longsorlahan, risiko longsorlahan untuk kawasan permukiman dan arahan mitigasi longsorlahan di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Tahun 2014. Jenis Penelitian ini adalah Kualitatif, dengan menggunakan metode survei dan dianalisis secara deskriptif. Data penelitian berasal dari data primer dan sekunder dengan teknik pengambilan data melalui observasi, analisis data sekunder dan uji laboratorium. Jumlah satuan lahan di Kecamatan Salaman adalah 67 satuan lahan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Population Sampling. Analisis data untuk penentuan tingkat kerawanan dan kerentanan menggunakan skoring, sedangkan penentuan risiko longsorlahan menggunakan matrik atau crosstab yang menghubungkan tingkat kerawanan dan tingkat kerentanan. Mitigasi ditentukan berdasarkan karakteristik wilayah. Berikut adalah hasil penelitian ini: (1). Terdapat dua tingkat kerawanan longsorlahan di Kecamatan Salaman yaitu Tingkat kerawanan longsorlahan rendah memiliki luasan sebesar 3093,03 Ha, dan kerawanan longsorlahan sedang memiliki luasan sebesar 3793,97 Ha; (2). Terdapat tiga tingkat kerentanan longsorlahan di Kecamatan Salaman yaitu tingkat kerentanan longsorlahan rendah terdiri dari 1 desa, kerentanan sedang terdiri atas 13 desa di Kecamatan Salaman. Tingkat kerentanan tinggi terdiri atas 6 desa di Kecamatan Salaman; (3). Terdapat tiga tingkat risiko longsorlahan di Kecamatan Salaman yaitu tingkat risiko longsorlahan rendah dengan luas 2427,86 Ha, risiko longsorlahan sedang dengan luas 4321,32 Ha, risiko longsorlahan tinggi dengan luas 137,74 Ha serta tingkat risiko longsorlahan untuk kawasan permukiman masing-masing adalah tingkat risiko longsorlahan rendah dengan luas 564,73 Ha, risiko longsorlahan sedang dengan luas 878,41 Ha, risiko longsorlahan tinggi dengan luas 33,47 Ha; (4). Karakteristik wilayah Kecamatan Salaman menghasilkan 4 zona arahan mitigasi yaitu: zona I dengan luas 3685,41 Ha, zona II dengan luas 251,31 Ha, zona III dengan luas 1557,06 Ha, dan zona IV dengan luas 1393,22 Ha. Kata Kunci : Longsorlahan, Kerawanan, Kerentanan, Risiko, dan Arahan Mitigasi.

    Item Type: Other
    Subjects: Q Science > QE Geology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Geografi
    Depositing User: Endar Kusumaningrum
    Date Deposited: 28 Aug 2015 23:48
    Last Modified: 28 Aug 2015 23:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/16821

    Actions (login required)

    View Item