JENIS SYOK DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEMATIAN ANAK DENGAN SYOK DI PICU RSUD DR. MOEWARDI

Hafika, Annisa Nur (2015) JENIS SYOK DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEMATIAN ANAK DENGAN SYOK DI PICU RSUD DR. MOEWARDI. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (131Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Annisa Nur Hafika, G0011028, 2015. Jenis Syok dan Faktor – Faktor yang Memengaruhi Kematian Anak dengan Syok di PICU RSUD Dr. Moewardi. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang. Kematian karena syok menjadi salah satu faktor mortalitas pasien PICU (Pediatric Intensive Care Unit). Faktor yang memengaruhi kematian pasien di PICU adalah jenis syok, usia, jenis kelamin, status rujukan, kadar albumin, kadar gula darah dan kadar hemoglobin. Di PICU RSUD Dr. Moewardi belum pernah diteliti faktor – faktor tersebut. Perlu dicari jenis syok dan faktor –faktor yang memengaruhi kematian anak dengan syok di PICU RSUD Dr. Moewardi. Metode. Desain penelitian ini adalah analitis dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah data sekunder yang diambil dari instalasi rekam medik. Data berasal dari data rekam medik pasien PICU dengan syok selama tahun 2013 dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel bebas berupa jenis syok, usia, jenis kelamin, status rujukan, kadar albumin, kadar gula darah dan kadar hemoglobin. Sedangkan variabel dependen adalah status kematian. Analisis data menggunakan uji Chi Square, fisher dan Kolmogorov Smirnov untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil. Jenis kelamin, status rujukan, kadar albumin, usia, kadar gula darah dan kadar hemoglobin tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap status kematian (p > 0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara jenis syok dengan status kematian (p = 0,011). Syok septik meningkatkan risiko kematian sebesar 6,6 kali lipat dibandingkan kategori syok lainnya pada analisis bivariat (p = 0,002; OR = 6,6; CI 95% = 0,023 – 0,413). Namun tidak bermakna setelah dilakukan analiss multivariat. Syok hipovolemik memiliki hubungan yang paling bermakna dalam menentukan status kematian setelah dilakukan analisis multivariat. Syok hipovolemik menurunkan risiko kematian pasien syok di PICU dibandingkan dengan kategori syok lainnya (p = 0,002; OR = 0,098; CI 95% = 0,023 – 0,413). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin, status rujukan, kadar albumin, usia, kadar gula darah dan kadar hemoglobin dengan status kematian. Syok hipovolemik memiliki risiko kematian pasien syok lebih rendah dibandingkan dengan kategori syok lainnya. Kata Kunci : syok, status kematian, jenis syok, usia, jenis kelamin, status rujukan, kadar albumin, kadar gula darah dan kadar hemoglobin

    Item Type: Other
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
    R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 28 Aug 2015 12:12
    Last Modified: 28 Aug 2015 12:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/16744

    Actions (login required)

    View Item