KEEFEKTIFAN KONSELING EKLEKTIK UNTUK MENURUNKAN DERAJAT DEPRESI DAN MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS Sebuah Studi Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta

Susianti, Aan (2013) KEEFEKTIFAN KONSELING EKLEKTIK UNTUK MENURUNKAN DERAJAT DEPRESI DAN MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS Sebuah Studi Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (172Kb) | Preview

    Abstract

    Aan Susianti, S570908001, 2013. Keefektifan Konseling Eklektik Untuk Menurunkan Derajat Depresi Dan Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Multidrug Resistant Tuberculosis, Sebuah Studi Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. TESIS. Pembimbing I: Prof. Dr. H. Muchammad Syamsulhadi, dr. SpKJ (K), II: Prof. Dr. H. Muhammad Fanani, dr. SpKJ (K), III: Dr. Reviono, dr. SpP (K). Program Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Latar Belakang : TB merupakan salah satu masalah kesehatan penting di Indonesia. Diperkirakan setiap tahun terdapat 528.000 kasus TB baru dan 70% pada usia produktif. Tantangan masalah TB ke depan masih besar terutama adanya perkembangan TB-MDR (Multi Drugs Resistancy) dengan insiden sekitar 3,6%. Terdapat 8.900 kasus TB MDR di Indonesia. Menurut data RSUD Dr Moewardi Surakarta tahun 2012 terdapat 95 kasus TB MDR. Gangguan mental umum sering komorbid dengan pasien TB MDR, 52,2% mengalami depresi pada awal diagnosis, sehingga berefek buruk pada pengobatan. Efek samping obat, durasi pengobatan yang lama, efek fisik dari penyakit dan stigma sosial menyebabkan terganggunya fungsi pekerjaan dan peran sosial sehingga menjadi problem social pasien TB MDR, dan menurunnya kualitas hidup pasien. Konseling eklektik merupakan pendekatan konseling integratif yang menerapkan strategi penanganan secara cermat dan tepat terhadap permasalahan yang bebeda pada setiap pasien, sehingga pasien dapat menjalankan program pengobatan TB MDR dengan lebih nyaman dan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien TB MDR. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan konseling eklektik untuk menurunkan derajat depresi dan meningkatkan kualitas hidup pasien TB MDR. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental pre and post test design. 26 pasien TB MDR diambil secara purposive dibagi dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (n=13), diberikan konseling eklektik sebanyak 6 sesi pada kelompok perlakuan. Penilaian derajat depresi dengan BDI-II dan penilaian kualitas hidup dengan WHOQOL-BREF. Analisis statistik menggunakan SPSS 17, uji t, Mann Whitney dan uji korelasi Pearson Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan delta skor postes BDI-II p=0,035 rerata 15,77 ± SD 7,155 untuk kelompok perlakuan dan rerata 10,38 ± SD 4,770 untuk kelompok kontrol. Didapatkan nilai yang signifikan delta skor postes WHOQOL-BREF p=0,000 rerata 2,894 ± SD 0,614 (M=29,85 ± SD 2,698) untuk kelompok perlakuan dan rerata 1,525 ± SD 0,440 (M=19,23 ± SD 5,166). Demikian juga dengan domain kesehatan fisik (p=0,000), kesehatan psikologi (p=0,000), dan sosial (p=0,000). Sedangkan pada domain lingkungan tidak signifikan (p=0,801) Kesimpulan : Konseling eklektik efektif menurunkan derajat depresi dan meningkatkan kualitas hidup pasien TB MDR. Kata Kunci : Depresi, Kualitas hidup, Pasien TB MDR, BDI-II, WHOQOL-BREF

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Gun Gun Gunawan
    Date Deposited: 27 Jun 2015 13:53
    Last Modified: 27 Jun 2015 13:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/16678

    Actions (login required)

    View Item