Analisis Teknik Penerjemahan Tindak Tutur Direktif Dalam Film Alice In Wonderland Dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Terjemahan

Wahyuni, Ari (2014) Analisis Teknik Penerjemahan Tindak Tutur Direktif Dalam Film Alice In Wonderland Dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Terjemahan. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (49Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini merupakan kajian di bidang penerjemahan yang bertujuan untuk (1) menentukan bentuk tindak tutur direktif yang digunakan dalam film Alice in Wonderland, (2) mendeskripsikan teknik penerjemahan yang digunakan penerjemah untuk menerjemahkan tindak tutur direktif, dan (3) mendeskripsikan dampak teknik penerjemahan tindak tutur direktif dalam film Alice in Wonderland terhadap kualitas penerjemahan yang mencakup keakuratan dan keberterimaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bersifat terpancang pada kasus tunggal. Sumber data penelitian ini adalah dokumen berupa naskah asli film Alice in Wonderland beserta terjemahannya dan 3 orang rater yang bertugas untuk menilai keakuratan dan keberterimaan hasil terjemahan. Data penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari tindak tutur direktif beserta terjemahannya dan hasil dari kuesioner sekaligus wawancara mendalam rater mengenai tingkat keakuratan dan keberterimaan terjemahan. Data sekunder didapat dari internet yang berupa artikel sinopsis film Alice in Wonderland dan review penonton. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, kuesioner, dan wawancara mendalam. Pemilihan sampel data dilakukan dengan teknik purposif sampling. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Terdapat 6 bentuk tindak tutur direktif yaitu requestive 13,99%, question 13,99%, requirement 53,89%, prohibitive 3,63%, advice 5,70%, dan warning 8,81%. (2) Dari 193 data temuan pada penelitian ini, ditemukan sebanyak 12 macam teknik penerjemahan yaitu teknik harfiah 39,62%, kesepadanan lazim 23,11%, reduksi 13,21%, modulasi 6,60%, amplifikasi linguistik 3,77%, borrowing 3,77%, transposisi 2,83%, adaptasi 2,36%, generalisasi 2,36%, kreasi diskursif 0,94%, partikularisasi 0,94%, dan deletion 0,47%. (3) Terjemahan tindak tutur direktif pada penelitian ini memiliki tingkat keakuratan dan keberterimaan yang cenderung tinggi. Penilaian tingkat keakuratan menunjukkan nilai sebesar 91, 71% sedangkan penilaian tungkat keberterimaan menunjukkan nilai 90, 16%. Terdapat dua data yang mengalami pergeseran bentuk direktif. Meskipun demikian, dampak penggunaan teknik terhadap kualitas terjemahan menunjukkan sebagian besar makna direktif dapat menghasilkan terjemahan yang akurat dan berterima.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: rajendra rajendra
    Date Deposited: 08 May 2015 12:04
    Last Modified: 08 May 2015 12:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/16429

    Actions (login required)

    View Item