DIALEKTIKA PELAKU SENI DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI : Studi Kasus Kelompok Ketoprak Ngampung Balekambang di Surakarta

Widyantoro, Elvan Nur (2013) DIALEKTIKA PELAKU SENI DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI : Studi Kasus Kelompok Ketoprak Ngampung Balekambang di Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF (Ketoprak, Seni dan budaya ) - Published Version
Download (295Kb) | Preview

    Abstract

    This research aims at describing the perpetrators of art dialectics in defending the existence of the arts through the group in Surakarta ketoprak ketoprak Ngampung Balekambang. This research used the theory of using the theory of social construction through the externalization dialectic moments, objektivasi and internalization. Research on using case studies. The primary Data were obtained from 9 informant. Informants are taken based on their knowledge of art background art of which the perpetrators as ketoprak Director Conventional Ketoprak (KKSMB), the management of the KNB, member artists include directors, KNB players play the main coordinator of slapstick, musical accompaniment and battle scenes. While secondary data obtained from books, magazines, journals, the Gong that is associated with the theme of researchers. Sampling technique with the Purposive of this sample that Sampling, the selection of informants based on traits or trait that is the relevance of the nature of the population that is already known in advance. The technique of data collection by observation, interview and documentation. The validity of the data using triangular sources. Data analysis using the interactive model. Research results or findings in field describes the dialectic art performers in maintaining the existence of the art ketoprak in Surakarta through dialectical moment three stages according to Peter l. Berger above i.e. externalization, internalization and objektivasi. The moment marked by the process of externalization of the outpouring of human self continuously into the world through physical and mental activities in the framework of the creation of culture. The social product in the process of shedding itself by generation (young children), the first of whom Desire ketoprak artists introduce the Group Work i.e. Conventional Relatives Ketoprak young artist Balekambang (KKSMB) is the parent of Member Ngampung ketoprak (KNB). Second, The Desire To Regenerate KKSMB. The third desire has its own coding and fourth place wishes to have her own style game A moment of objektivasi, indicated that the activity of art that made a generation of artists ketoprak produce such a pattern of social habits that legitimized, then group the Balekambang Ngampung ketoprak (KNB) into an order of values that are institutionalized (legitimized) through a long social process. By performing certain produce good KNB in various cultural forms produce the reality of values as follows (1) be a means of preserving the culture, (2) provide an alternative entertainment community, (3) as a means of media development, (4) the means of media education Moment of Internalization, along his development moment of internalization of tranformasi is marked in arts ketoprak KNB. Changing times and the mindset that exposed their various things arise and then transforming them according to the existing social circumstances. Through the Strategy of culture gives a big change in the show.The flexibility in the context of art performances are also shown in the changes and modifications either visually (face view) as well as functional Penelitian ini bertujuan menggambarkan dialektika pelaku seni dalam mempertahankan eksistensi kesenian ketoprak di Surakarta melalui kelompok ketoprak Ngampung Balekambang. Teori yang digunakan penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial melalui momen dialektika yaitu eksternalisasi,objektivasi dan internalisasi. Penelitian menggunakan studi kasus. Data primer diperoleh dari 9 informan. Informan diambil berdasarkan pengetahuan mereka tentang latar kesenian ketoprak sebagai pelaku seni diantaranya Sutradara Ketoprak Konvensional (KKSMB), Managemen dari KNB, anggota seniman KNB meliputi sutradara, pemain lakon utama, koordinator dagelan, lakon peperangan dan pengiring musik. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, majalah Gong, jurnal yang terkait dengan tema peneliti. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling bahwa sample ini, pemilihan informan didasarkan atas ciri-ciri atau sifat yang ada sangkut paut sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan trianggu lasi sumber. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian atau temuan dilapangan menggambarkan dialektika pelaku seni dalam mempertahankan eksistensi kesenian ketoprak di Surakarta melalui tahapan tiga momen dialektis menurut Peter L. Berger diatas yakni eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Momen eksternalisasi ditandai lewat proses pencurahan diri manusia secara terus menerus ke dalam dunia melalui aktivitas fisik dan mentalnya dalam rangka penciptaan kebudayaan. Produk sosial dalam proses pencurahan diri oleh generasi (anak-anak muda) seniman ketoprak diantaranya Pertama Keinginan memperkenalkan kelompok Ketoprak Konvensional yaitu Kerabat Kerja Seniman Muda Balekambang (KKSMB) merupakan orang tua dari anggota ketoprak Ngampung (KNB). Kedua, Keinginan Regenerasi KKSMB. Ketiga keinginan memiliki tempat berkreasi sendiri dan Keempat keinginan memiliki gaya permainan sendiri. Momen objektivasi, ditunjukan bahwa aktivitas kesenian yang dilakukan generasi seniman ketoprak yang menghasilkan produk sosial tersebut menjadi pola kebiasaan yang dilegitimasi, kemudian Kelompok ketoprak Ngampung Balekambang (KNB) menjadi sebuah tatanan nilai yang dilembagakan (dilegitimasi) melalui sebuah proses sosial yang panjang. Lewat pertunjukan KNB menghasilkan produk tertentu baik dalam berbagai wujud budayanya menghasilkan realitas nilai-nilai sebagai berikut (1) menjadi sarana pelestarian budaya, (2) memberikan Alternatif hiburan masyarakat, (3) Sebagai sarana media pembangunan, (4) Sarana media pendidikan. Momen Internalisasi, seiring perkembangannya momen internalisasi ini ditandai adanya tranformasi didalam kesenian KNB. Perubahan zaman dan pola pikir yang dilatar belakangi berbagai hal muncul kemudian mentransformasikannya sesuai keadaan sosial yang ada. Melalui Strategi Kebudayaan memberikan perubahan yang besar dalam pertunjukan .Fleksibelitas dalam konteks pertunjukan kesenian juga ditunjukan dalam perubahan dan modifikasi baik secara visual (tampilan muka) maupun fungsional.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Depositing User: Vignasari Kokasih
    Date Deposited: 25 May 2014 00:37
    Last Modified: 25 May 2014 00:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/16284

    Actions (login required)

    View Item