Pondok Pesantren "Abu-Abu" (Sebuah Film Dokumenter Tentang pondok Pesantren Waria Senin-Kamis Kampung Notoyudan, Yogyakarta, Tempat Bagi Kaum Waria untuk Mempelajari Agama Islam)

Prayoga, Rama Rendra (2013) Pondok Pesantren "Abu-Abu" (Sebuah Film Dokumenter Tentang pondok Pesantren Waria Senin-Kamis Kampung Notoyudan, Yogyakarta, Tempat Bagi Kaum Waria untuk Mempelajari Agama Islam). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1863Kb) | Preview

    Abstract

    The negative view and discrimination which are pointed at transvestite giving them boundaries in many aspects. One of them is religion. This pushes Maryani to initiate an Islamic Boarding house for transvestites, which is called Senin-Kamis Transvestite Islamic Boarding house. Built on 28th July 2008, this trasnvestite Islamic boarding house is located in the central of Kampung Notoyudan, Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta. There are at least 15 transvestites and 3 ustadz that teaches at this Islamic boarding house. There purpose are to facilitate these transvestites that wants to pray and study about Islam. There were many obstacles concerning to this Islamic Boarding house, one of them was the refusal from the scholars who didn't agree to the establishment of this Islamic Boarding House. Besides that, the transvestites was not aware of how important a religion is. By a religious approach it is expected that the transvestites are recognized with in the societies and decrease the descriminations against them. How are the exisstence of Senin Kamis transvestites Islamic Boarding House in our society? And how does Islam sees these transvestites and the establishment of this Islamic Boarding House? Pandangan-pandangan negatif dan diskriminasi yang ditujukan kepada kaum waria, membuat mereka memiliki keterbatasan di berbagai aspek. Salah satunya di bidang agama. Hal ini mendorong Maryani untuk menggagas pendirian sebuah pondok pesantren yang dikhususkan untuk kaum waria, yakni Pondok Pesantren Waria Senin-Kamis. Berdiri pada tanggal 28 Juli 2008, pondok pesantren waria ini berada di tengah-tengah Kampung Notoyudan, Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta. Sedikitnya ada 15 santri waria dan 3 ustadz pendamping yang menjadi pengajar di pondok pesantren ini. Pondok pesantren ini bertujuan untuk memfasilitasi kaum waria yang ingin beribadah dan belajar tentang agama Islam. Berbagai hambatan juga dialami oleh Pondok Pesantren Waria Senin-Kamis, diantaranya adalah adanya penolakan dari ulama-ulama yang tidak setuju dengan pendirian pondok pesantren waria ini. Selain itu, para waria juga belum sepenuhnya sadar akan pentingnya pendidikan agama. Melalui pendekatan agama, diharapkan kaum waria mendapatkan pengakuan di masyarakat dan berkurangnya deskriminasi terhadap mereka. Bagaimanakah eksistensi Pondok Pesantren Waria Senin-Kamis di masyarakat? Dan bagaimana agama Islam memandang posisi waria dan pendirian pondok pesantren waria?

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
    Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z719 Libraries (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Vignasari Kokasih
    Date Deposited: 10 May 2014 19:31
    Last Modified: 10 May 2014 19:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/16012

    Actions (login required)

    View Item