EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STRUCTURED NUMBERED HEADS (SNH)DANTWO STAY TWO STRAY (TSTS)DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION(RME)PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT(AQ) SISWA (Studi Pada Siswa Kelas VII SMP Se Kota Surakarta Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013)

SUGESTI, FITRI ERA (2013) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STRUCTURED NUMBERED HEADS (SNH)DANTWO STAY TWO STRAY (TSTS)DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION(RME)PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT(AQ) SISWA (Studi Pada Siswa Kelas VII SMP Se Kota Surakarta Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF (Pembelajaran kooperatif tipe SNH, TSTS, Pendekatan RME, dan Adversity Quotient(AQ).) - Published Version
Download (1329Kb) | Preview

    Abstract

    This research aims at finding out:(1) which one results better mathematics learning achievement among type SNH through RME approach, type TSTS through RME approach, or Direct Instruction; (2) which one has better mathematics learning achievement among students with high, average, or low AQ; (3) at each of types (SNH through RME approach, TSTS through RME approach, and Direct Instruction), which group of students has better mathematics learning achievement among groups with high, average, or low AQ; (4) at each of AQ categories (high, average, and low), which one results better mathematics learning achievement among type SNH through RME approach, type TSTS through RME approach, or Direct Instruction. This research employed quasi-experimental design taking all of the seventh grade students of State Junior High Schools in Surakarta as the population. The sampling technique used was stratified cluster random sampling. There were 285 students selected as the sample of this research. The techniques of collecting data were test score in the even semester as the prior knowledge score, test which was used nt, and questionnaire which normality test on the population by using Lilliefors method and homogeneity test on the population variance by using Bartlett formula. The hypothesis test used 3x3 two-way analysis of variance with unbalanced cells in the level of significance 0.05. The research findingsshow as follows: (1) Cooperative learning type SNH through RME approach results better mathematics learning achievement than type TSTS through RME approach does and cooperative learning type TSTS through RME approach results better mathematics learning achievement than direct instruction does; (2) Students withhighAQ have better mathematics learning achievement than those withaverage and lowAQ, and studentswith averageAQ have better mathematics learning achievement than those withlow AQ; (3) In the use of cooperative learning model type SNH through RME approach, students with high AQ have better mathematics learning achievement than those with low AQ, students with high AQ have relatively the same mathematics learning achievement as those with average AQ, and students with average AQ have the same mathematics learning achievement as those with low AQ. In the use of cooperative leaning model type TSTS through RME approach, students with high, average, and low AQ have the same mathematics learning achievement; (4) For students with high AQ, the use of learning model type SNH through RME approach results better mathematics learning achievement than that of type TSTS through RME approach and direct instruction, and the use of learning model type TSTS through RME approach results the same mathematics learning achievement as that of direct instruction. For students with average and low AQ, the use of learning model type SNH through RME approach results the same mathematics learning achievement as that of type TSTS through RME approach and direct instruction, and the use of learning model type TSTS through RME approach results the same mathematicslearning achievement as that of direct instruction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik model pembelajaran kooperatif tipe SNH dengan pendekatan RME, TSTS dengan pendekatan RME, atau pembelajaran langsung; (2) manakah yang mempunyai prestasibelajar matematika lebih baik siswa dengan AQ kategori tinggi, sedang, atau rendah; (3) pada masing-masing model pembelajaran (SNHdengan pendekatan RME, TSTS dengan pendekatan RME, dan pembelajaran langsung), manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan AQ kategori tinggi, sedang atau rendah; (4) pada masing-masing AQkategori (tinggi, sedang, dan rendah), manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe SNHdengan pendekatan RME, TSTSdengan pendekatan RME atau pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri se-Kota Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 284siswa. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk mengetahui nilai midsemester genap kelas VII sebagai data kemampuan awal; metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa; dan metode angket untuk data AQ siswa. Uji prasyarat meliputi uji normalitas populasi dengan menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi dengan menggunakan uji Bartlett. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi dua jalan 3 x 3 dengan sel tak sama dantaraf signifikansi 0,05 Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Model pembelajaran SNH dengan pendekatan RME memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibanding model pembelajaran TSTS dengan pendekatan RME dan pembelajaran langsung, model pembelajaran TSTS dengan pendekatan RME memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibanding pembelajaran langsung; (2) Siswa dengan AQ kategori tinggi mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik dibanding siswa dengan AQ kategori sedang dan rendah, siswa dengan AQ kategori sedang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik dibanding siswa dengan AQ kategori rendah; (3) Pada penggunaan model pembelajaran SNH dengan pendekatan RME, siswa dengan AQ kategori tinggi mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik dibanding siswa denganAQ kategori rendah, siswa dengan AQ kategori tinggi mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya dengan AQ kategori sedang dan siswa dengan AQ kategori sedang mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya dengan AQ kategori rendah. Pada penggunaan model TSTS dengan pendekataan RME dan pembelajaran langsung, siswa dengan AQ kategori tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya; (4) Siswa dengan AQ kategori tinggi, penggunaan model pembelajaran SNH dengan pendekatanRME memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibanding model pembelajaran TSTS dengan pendekatan RME dan pembelajaran langsung, model pembelajaran TSTS dengan pendekatan RME memberikan prestasi belajar matematika sama baiknya dengan pembelajaran langsung. Siswa dengan AQ kategori sedang dan rendah, penggunan model pembelajaran SNH dengan pendekatan RME memberikan presti belajar matematika sama baiknya dengan model pembelajaran TSTS dengan pendekatan RME dan pembelajaran langsung, model pembelajaran TSTS dengan pendekatan RME memberikan prestasi belajar matematika sama baiknya dengan pembelajaran langsung.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Vignasari Kokasih
    Date Deposited: 10 May 2014 19:09
    Last Modified: 10 May 2014 19:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15988

    Actions (login required)

    View Item