FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEBERDAYAAN ANGGOTA GAPOKTAN DALAM PROGRAM PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (P-LDPM) DI DESA NAMBANGAN KECAMATAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI

Arifin, Zufar (2013) FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEBERDAYAAN ANGGOTA GAPOKTAN DALAM PROGRAM PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (P-LDPM) DI DESA NAMBANGAN KECAMATAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (123Kb) | Preview

    Abstract

    Agricultural development to raise competitiveness farmers can be done through the development of institutions. The Steps to achieve the welfare of farmers are focused on the activities of empowerment, the access improvement of agricultural–enterprises resources, institutional development. The development of Institutions Food Distribution Society is gapoktan empowerment activities to improve the capabilities a business unit. This empowerment means as an effort to increase capacity and Gapoktan self-reliance participatively. The aims of this research are to know (1) the empowerment level of gapoktan members in the Institution Strengthening Food Distribution Society Program. (2) the factors which relate to the empowerment of Gapoktan members in the institution strengthening food distribution society program (3) the relationship between the factors which relate to the empowerment, with the empowerment degree of Gapoktan members in the institution strengthening food distribution society program. Basic method of this research is explanatory method with survey technique. This Research was conducted in the Nambangan Village sub-district Selogiri Sub- district Wonogiri District with 50 respondents which were taken as proportional random sampling. The categorize of variable classes use the width of interval classes, and to know the relation degree between research variables, it uses correlation analysis of rank spearmen level. Results showed that the empowerment level of Gapoktan members was in the medium category. The aspect which is in the high category is the ability of negotiations, satisfaction to the benefit program, and decision making. The aspects belong in the medium category is the level of participation, a consciousness change, adoption of the act, care and cooperation, creativity in problem solving, the ability to arrange a new purpose, self-trust argue, and skill manage finance. Whereas belongs to low category is the ability to convey opinion in the group meetings. The Factors relate to the level of empowerment belongs to the medium category, which consists of the resources availability, the chance level, and extension officers support levels to the members of Gapoktan. The relationship between the factors which relate to empowerment level and empowerment level of Gapoktan member, associated significantly, the level of resource availability, level of opportunity, and the level of support for extension officers. Pembangunan pertanian untuk menaikkan daya saing petani dapat ditempuh melalui pengembangan kelembagaan. Langkah untuk mencapai kesejahteraan petani difokuskan pada aktifitas pemberdayaan, peningkatan akses sumberdaya usaha pertanian, pengembangan kelembagaan. Pengembangan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat adalah kegiatan pemberdayaan Gapoktan untuk meningkatkan kemampuan unit usahanya. Pemberdayaan ini mengandung arti sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian Gapoktan secara partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) Tingkat keberdayaan anggota Gapoktan dalam Program Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat. (2) Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberdayaan anggota Gapoktan dalam Program Penguatan lembaga Distribusi Pangan Masyarakat. (3) hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan keberdayaan, dengan tingkat keberdayaan anggota Gapoktan dalam program Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat. Metode dasar penelitian ini adalah Metode explanatory dengan teknik survei. Penelitian berlokasi di Desa Nambangan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri dengan responden sebanyak 50 orang yang diambil secara proportional random sampling. Pengkategorian kelas variabel menggunakan lebar interval kelas, dan untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel penelitian digunakan analisis korelasi jenjang Rank Spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan anggota Gapoktan dalam kategori sedang. Aspek dalam kategori tinggi yaitu kemampuan negosiasi, kepuasan terhadap manfaat program, dan pengambilan keputusan. Aspek yang masuk dalam kategori sedang, yaitu tingkat partisipasi, perubahan kesadaran, pengambilan tindakan, kepedulian dan kerjasama, kreativitas dalam pemecahan masalah, kemampuan menyusun tujuan baru, kepercayaan diri berpendapat, dan keterampilan mengelola keuangan. Sedangkan aspek keberdayaan yang masuk kategori rendah, yaitu kemampuan pengemukaan opini dalam pertemuan kelompok. Faktor yang berhubungan dengan tingkat keberdayaan tergolong kategori sedang, yang terdiri dari tingkat ketersediaan sumberdaya, tingkat kesempatan, dan tingkat dukungan penyuluh terhadap anggota Gapoktan. Hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keberdayaan dengan tingkat keberdayaan anggota Gapoktan, berhubungan signifikan yaitu tingkat ketersediaan sumberdaya, tingkat kesempatan, dan tingkat dukungan penyuluh.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Prima Adi Pradana
    Date Deposited: 10 May 2014 18:41
    Last Modified: 10 May 2014 18:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15953

    Actions (login required)

    View Item