KONFLIK WILAYAH PERBATASAN HINDIA BELANDA – SINGAPURA TAHUN 1824 – 1920

SAWITRI, INDAH (2013) KONFLIK WILAYAH PERBATASAN HINDIA BELANDA – SINGAPURA TAHUN 1824 – 1920. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (854Kb) | Preview

    Abstract

    Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas penyebab terjadinya konflik wilayah perbatasan Hindia Belanda - Singapura antara tahun 1824 – 1920, usaha penyelesaian konflik tersebut serta dampaknya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian sejarah. Pendekatan penelitian yang Penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kasus. Jenis dan sumber bahan dalam penelitian ini berupa sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan bahan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis historis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan bahwa, konflik wilayah perbatasan antara Inggris-Belanda disebabkan karena ekspansi wilayah masing-masing penguasa koloni di Sumatera dan kawasan Melayu lainnya. Faktor lain yang berpengaruh adalah tidak adanya batas-batas yang jelas dalam pembagian wilayah koloni. Sampai akhir abad XIX berkas-berkas resmi Belanda tidak menyebutkan batas-batas wilayah perairan dalam titik koordinat tetapi hanya menyebut nama selat dan perairan sebagai wilayah terdepan. Pemerintah tetap menaruh perhatian terhadap penegasan batas-batas wilayah karena faktor eksploitasi mineral dan wilayah perdagangan antar koloni. Perjanjian yang telah dibuat antara pemerintah koloni Inggris dan Belanda lebih banyak menekankan pada faktor kekuasan secara de facto dan de jure. Garis yang digunakan sebagai pembatas wilayah koloni antara kedua penguasa tidak begitu jelas karena pemerintah koloni Inggris maupun Belanda lebih menekankan pada hegemoni di darat. Masing-masing penguasa koloni lebih mengedepankan pendekatan politik dan kekuasaan terkait masalah perbatasan. Kata Kunci : Konflik, Wilayah Perbatasan, Batas This thesis aims to determine the cause of the conflict clearly Dutch border region - Singapore between the years 1824 - 1920, the conflict resolution efforts and impact. This research is a kind of historical research. Authors of research approaches used in this study is the approach the case. Types and sources of materials in this study are the primary sources and secondary sources. Techniques of data collection in this research is the study of literature. Data analysis techniques used are techniques of historical analysis. Based on the findings and conclusions that the resulting discussion, border conflict between England and the Netherlands due to the expansion of the area of each colony rulers in Sumatra and other Malay region. Another influential factor is the absence of clear boundaries in the division of the colony. Until the end of the XIX century Dutch official records do not mention the borders of territorial sea in the coordinates but only the name of the strait and the sea as the leading region. The Government remains concerned with the affirmation boundaries because of the mineral exploitation and trade areas between colonies. Agreement has been made between the British and Dutch colonies government more emphasis on power factor is de facto and de jure. Line is used as a barrier between the two rulers colony is not so clear because the British and Dutch colonies government put more emphasis on hegemony on land. Each colony authorities to put forward an approach to politics and power related to border issues. Keywords: Conflict, Boundary Areas, Border

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 10 May 2014 18:07
    Last Modified: 10 May 2014 18:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15904

    Actions (login required)

    View Item