PENGARUH SUHU PENCAMPURAN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN FRACTURE TOUGHNESS EPOXY RESIN - ORGANOCLAY MONTMORILLONITE NANOKOMPOSIT

WIDYATMAJA, DHIDHIT WAHYU (2013) PENGARUH SUHU PENCAMPURAN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN FRACTURE TOUGHNESS EPOXY RESIN - ORGANOCLAY MONTMORILLONITE NANOKOMPOSIT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (272Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pencampuran terhadap karakteristik mekanik Epoxy Resin - Organoclay Montmorillonite nanokomposit berupa kekuatan tarik dan fracture toughness. Komposit dibuat dari nanomer I.30E, bisphenol A epoksi resin dan versamide curing agent 140 dengan metode pencampuran panas variasi suhu 60 ° C, 80 ° C, 100 ° C, 120 ° C, 140 ° C. Proses pencampuran dilakukan selama 3 jam pada kecepatan 350 rpm dengan 2% montmorillonite dari fraksi volume. Kekuatan tarik mengacu pada ASTM D 638 sedangkan pengujian ketangguhan retak mengacu pada ASTM D 5045. Pengamatan pada permukaan penampang patah komposit dilakukan dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) peningkatan suhu pencampuran dari 60 °C sampai 100 °C akan meningkatkan kekuatan mekanik komposit, (2) kekuatan tarik meningkat 7,21% ketangguhan retak naik sebesar 50%, (3) setelah mencapai suhu 120 °C kekuatan mekanik mulai turun sebab ikatan sekundernya terputus dan karena adanya void, (4) kekuatan tarik turun 2,58% dan ketangguhan retak turun sebesar 23,33%. Kata Kunci: Komposit epoxy-montmorillonite, kekuatan tarik, fracture toughness, kecepatan putaran pengaduk. This research aimed to determine the effect of mixing temperature on the mechanical characteristics epoxy resin - organoclay montmorillonite nanocomposite form of tensile strength and fracture toughness. Composites made from nanomer I.30E, bisphenol A epoxy resin and curing agent versamide 140 with heat mixing method with variations in temperature 60 ° C, 80 ° C, 100 ° C, 120 ° C, 140 ° C. Mixing process is carried out for 3 hours at a speed of 350 rpm with 2% of the volume fraction of montmorillonite. Tensile strength refers to the ASTM D 638 while the fracture toughness testing refers to ASTM D 5045. Observations on the fracture surface of the composite cross section is done using SEM (Scanning Electron Microscopy). The results of this study are as follows: (1) increase in temperature from 60 °C mixing to 100 °C will raise the mechanical strength of the composite, (2) tensile strength increased by 7.21% fracture toughness increased by 50%, (3) after the temperature reaches 120 °C mechanical strength began to drop because the secondary bond is lost and because of the void, (4) down 2.58% tensile strength and fracture toughness down by 23.33%. Keywords : Epoxy-montmorillonite composite, tensile strength, fracture toughness.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 10 May 2014 14:19
    Last Modified: 10 May 2014 15:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15740

    Actions (login required)

    View Item