Studi Eksplorasi Peramalan Krisis Keuangan Di Indonesia Menggunakan Pendekatan Exchange Market Pressure

Subekti, Mohammad Ikhsan and Irawan, BRM. Bambang (2011) Studi Eksplorasi Peramalan Krisis Keuangan Di Indonesia Menggunakan Pendekatan Exchange Market Pressure. Dinamika, 1 (1). ISSN 0216-7039

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (757Kb) | Preview

    Abstract

    Krisis keuangan umunya diartikan sebagai kondisi perekonomian mengalami penurunan dengan cepat yang disebabkan oleh permintaan uang yang melebihi penawaran uang karena terjadinya Bank Rush dalam jumlah yang besar. Kondisi tersebut terjadi karena hilangnya kepercayaan deposan terhadap bank yang seringkali disebabkan oleh guncangan disektor pasar uang, kemudian memberikan efek buruk kepada stabilitas nilai tukar rupiah. Didalam penelitian ini krisis keuangan didefinisikan sebagai kondisi dimana EM? (Exchange Market Pressure) sebuah negara melebihi nilai rata-ratanya ditambah standar deviasinya. EMP sendiri diartikan sebagai hubungan yang menjelaskan hubungan antara pergerakan nilai tukar dengan intervensi kebijakan pemerintah, sehingga melalui variabel ini (HMP sebagai variabel dependen) dapat mengukur tingkat pengaruh intervensi terhadap target nilai tukar yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui indikator (variabel) yang mempengaruhi besaran variabel fundamental makro ekonomi yang terbaik untuk meramalkan terjadinya krisis mata uang rupiah di Indonesia. Studi ini merupakan studi eksplorasi (explanatory research) yaitu studi yang dilakukan karena terdapatnya sebuah fenomena atau masalah yang belum jelas penyelesaian ataupun penjelasannya (not yet defined), studi eksplorasi berusaha untuk menemukan metode yang paling baik untuk menyelesaikan masalah tersebut (menemukan research design), termasuk metode pengumpulan data yang tepat (data collection) dan merumuskan permasalahan dengan tepat. Karakteristik studi eksploarasi adalah berbasis penelitian sekunder (secondary research) dan hasil dari studi eksplorasi biasanya sangat berguna untuk masukan kebijakan. Alat analisis yang digunakan adalah Composite Leading Indicator dan Vector Autoregression. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan pendekatan HMP Composite Leading indicator diketahui bahwa' terjadi beberapa kali krisis keuangan di Indonesia, yaitu periode krisis Indonesia pada tahun' 2008 yaitu pada bulan 1,5, 6,9, dan 12, kemudian periode krisis berikutnya adalah pada tahun 2005 bulan ke lo, l], 12 dan pada tahun 2006 pada bulan L2, dan 3. Kemudian berdasarkan' analisis VAR, diketahui bahwa variabel REER memiliki pengaruh yang kuat terhadap Elia!? ti Indonesia. Untuk mengurangi dampak shock dari E414? pemerintah dapat menggunakan REER karena terbukti pengaruhnya justru meningkat setelah penerapan UU BI No. 3 tahun 2004 y notabene menjadi jangkar kebijakan moneter samapai dengan tahun ini. Untuk mempenga REER, pemerintah dapat menggunakan serangkaian kebijakan moneter ketat dan kebijakzu pendukung lainnya yang dapat meningkatkan variabel domestic crredit, karena Channeling. Kata Kunci: Krisis Keuangan, EM?, Composite Leading Indicator, Vector Autoregression

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > HG Finance
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Arissa Aprilia Nurcahyani
    Date Deposited: 10 May 2014 05:19
    Last Modified: 10 May 2014 05:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15686

    Actions (login required)

    View Item