PENGARUH PENGGUNAAN UREA-MINYAK DALAM RANSUM TERHADAP pH, KECERNAAN BAHAN KERING,BAHAN ORGANIK , DAN KECERNAAN FRAKSI SERAT PADA SAPI PO

Setiawan, Adi Susanto (2013) PENGARUH PENGGUNAAN UREA-MINYAK DALAM RANSUM TERHADAP pH, KECERNAAN BAHAN KERING,BAHAN ORGANIK , DAN KECERNAAN FRAKSI SERAT PADA SAPI PO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (231Kb) | Preview

    Abstract

    This study aimed to determine the effect of urea-oil in rations toward pH, digestibility Dry Material (DM), organic matter (OM), and fiber fractions (NDF and ADF) in cow PO. This study uses three fistulated PO cows. The design of latin squares was used in this study. The experiment was divided into three periods. Each period consisted of a preliminary phase (1 week) and data collection (1 week). Cattle diet is treated differently at each period. In the first stage of a two-week feeding P1, the second stage of a two-week feeding P2 and the third phase for two weeks of feeding P3. Feed used consists of cassava by product, rice bran, molasses, urea, mineral mix and rice straw fermentation. Tratment given are urea as much oil 1: 0 (control), 1: 3, and 2: 6. Variables measured were rumen pH, consumption DM, OM, NDF, and ADF, as well as the Dry Matter Digestibility (DMD), Organic Matter Digestibility (OMD), NDF, and ADF. Average rumen pH on treatment ration P1, P2, P3 respectively 7,17; 6,81, and 7,09. Analysis of variance showed no significantly different results. It means that the addition of urea-oil up to the level of 2% does not change the acidity of the rumen environment. Average DM and OM intake on each ration treatment is DM 7,25; 6,86; 7,12 and OM 6,84 kg; 6,45 and 6,68 kg. Analysis of variance result showed a different result is not significant (P> 0.05) on DM and OM. Average DMD and OMD on ration treatments P1, P2, P3 respectively DMD 64,50; 62,50; 61,16 while for OMD 76,98; 74,57; 74,56 analysis variance results showed a was highly significant (p <0.01) on the DMD and non significant at OMD. This suggests that the use of urea oil until level 2% has very significant effect on the DMD but did not significantly affect the OMD. Average intake NDF and ADF in the treatment of P1, P2, P3 row is 3,61; 3,38, and 3,46; and 2,39; 2,17; 2,13; analysis of variance showed the value of the three ration treatments are non significant. Average digestibility of NDF and ADF in ration treatments P1, P2, P3 respectively are NDF 62,03%, 54,15%, 55,95% and ADF digestibility of 46,75%, 38,52%, 54,45%. So it can be concluded that the use of urea-oil 1: 3 and 2: 6 lower digestibility of BK, but did not affect the pH, BO digestibility, NDF and ADF. The use of urea-oil does not interfere with feed intake and rumen pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urea-minyak dalam ransum terhadap pH, kecernaan Bahan Kering (BK) , bahan organik (BO), dan fraksi serat (NDF dan ADF) pada sapi PO. Penelitian ini menggunakan tiga ekor sapi PO berfistula. Rancangan bujursangkar latin digunakan dalam penelitian ini. Pelaksanaan penelitian dibagi menjadi tiga periode. Setiap periode dilakukan tahap pendahuluan (1 minggu) dan koleksi data (1 minggu). Sapi diberi perlakuan pakan yang berbeda pada tiap periodenya. Pada tahap pertama yaitu selama dua minggu pemberian pakan P1, tahap kedua selama dua minggu pemberian pakan P2 dan tahap ketiga selama dua minggu pemberian pakan P3. Pakan yang digunakan terdiri dari onggok, dedak padi, molases, urea, mineral mix dan jerami padi fermentasi. Perlakuan yang diberikan yaitu penggunaan urea : minyak sebanyak 1 : 0 (kontrol), 1 : 3, dan 2 : 6. Peubah yang diamati adalah pH rumen, konsumsi BK, BO, NDF, dan ADF, serta kecernaan BK, BO, NDF, dan ADF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Rata rata pH rumen pada ransum perlakuaan P1, P2, P3 masing masing adalah 7,17; 6,81; dan 7,09. hasil analisis variansi menunjukkan hasil berbeda tidak nyata. Artinya penambahan ureaminyak hingga level 2 % tidak mengubah tingkat keasaman lingkungan rumen. Rata rata konsumsi BK dan BO pada ransum perlakuan masing masing adalah untuk konsumsi BK 7254,84; 6859,86; dan 7116,64 gram dan konsumsi BO 6840,08; 6453,93, dan 6684,83 gram. Hasil analisis variansi menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata (P >0,05) terhadap konsumsi BK dan bahan organik. Rata rata kecernaan BK dan BO pada ransum perlakuan P1, P2, P3 masing masing adalah BK 64,50; 62,50; 61,16 sedangkan untuk kecernaan BO 76,98; 74,57; 74,56 hasil analis variansi menunjukkan hasil yang berpengaruh sangat nyata (p< 0,01) pada kecernan BK dan berbeda tidak nyata pada kecernaan BO. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan urea minyak sampai level 2% berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan BO namun tidak berpengaruh nyata terhadap kecernaan BK. Rata rata konsumsi NDF dan ADF pada perlakuan P1, P2, P3 berturut turut adalah 3612,92; 3379,72; dan 3456,54 ; serta 2386,12; 2169,35; 2131,52; hasil analisis variansi ketiga ransum perlakuan menunjukkan nilai berbeda tidak nyata. Rata rata kecernaan NDF dan ADF pada ransum perlakuan P1, P2, P3 masing masing adalah NDF 62,03%; 54,15%; 55,95% dan kecernaan ADF 46,75%; 38,52%; 54,45%. Dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan urea-minyak 1 : 3 dan 2 :6 menurunkan kecernaan BK, namun tidak memberikan pengaruh terhadap pH, kecernaan BO, NDF dan ADF. Penggunaan urea-minyak tidak mengganggu konsumsi ransum dan pH rumen.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QD Chemistry
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Vignasari Kokasih
    Date Deposited: 10 May 2014 05:12
    Last Modified: 10 May 2014 05:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15682

    Actions (login required)

    View Item